Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Teks Eksplanasi Singkat Beserta Strukturnya

Lompo.info - Contoh teks eksplanasi merupakan salah satu dari sekian banyak jenis teks yang ada. Anda mungkin pernah secara tidak sengaja membaca artikel mengenai bencana alam di media massa. Itulah salah satu contoh teks eksplanasi. 


Contoh Teks Eksplanasi Singkat Beserta Strukturnya
Contoh Teks Eksplanasi Singkat Beserta Strukturnya


Teks semacam ini bisa kita temukan di banyak buku dan juga media berita. Misalnya pada buku IPA, sejarah  dan buku lainnya di sekolah. Agar lebih tahu kelengkapan dan kejelasan, mari kita lihat lebih dekat lagi contoh teks Eksplanasi.

Namun sebelum melihat contoh teks eksplanasi, terlebih dahulu Anda perlu memahami tentang pengertian, struktur, jenis, dan juga ciri-ciri teks eksplanasi.


Pengertian Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi bisa kita katakana sebagai teks atau paragraf yang berisi mengenai “alasan” serta “metode” proses dalam terjadinya suatu peristiwa. Peristiwa itu dapat berupa alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, hingga fenomena lainnya yang mungkin terjadi. 

Selalu terdapat hubungan sebab akibat danjuga  proses dalam peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekeliling kita, baik alam maupun sosial.

Tujuan dari teks eksplanasi yaitu untuk menggambarkan satu atau lebih peristiwa yang melibatkan kausalitas dan juga proses. Di sini, penulis harus menjelaskan kejadian secara jelas sehingga pembaca mampu menangkap informasi penting dari apa yang sedang penulis jelaskan.

Teks eksplanasi memiliki struktur untuk membantu mengidentifikasi peristiwa, penggambaran peristiwa, polanya dan hasil deret waktu yang terperinci serta meninjau peristiwa. 

Pendeskripsiannya menggunakan konjungsi pada setiap kalimat, serta kata-kata ekstensional sederhana. Teks ini termasuk dalam jenis teks fakta dan lebih seperti sebuah pernyataan daripada teks yang berisi perintah atau pun instruksi.


Ciri dari Teks Eksplanasi

Setiap jenis teks pasti memiliki cirinya tersendiri, termasuk teks eksplanasi ini. Ada 5 ciri yang bisa Anda temukan dalam teks eksplanasi yaitu:

1. Struktur yang Jelas

Teks eksplanasi sudah pasti memiliki struktur deskripsi yang jelas.

2. Fakta

Teks ini berbasis pada fakta, data dan pembahasan ilmiah berdasarkan ilmu pengetahuan yang berlaku.

3. Teks Informatif

Berisi informasi terbaru dan juga tidak ketinggalan zaman.

4. Sifatnya Tidak Persuasif

Jenis teks eksplanasi ini berbeda dari editorial. Penjelasannya lebih mengarah pada sebab akibat fenomena.

5. Ada Penanda Urutan

Pada teks ini menakankan pada urutan maupun penggunaan level titik.


Struktur Pada Teks Eksplanasi

Struktur dari teks eksplanasi memiliki urutan yang penting, Anda bisa menyimak ulasannya berikut ini.

1. Judul

Sudah pasti judul haru ada dalam sebuah teks. Usahakan menulis judul dengan bahasa yang jelas, singkat dan juga padat. Tidak perlu terlalu panjang, hanya tulis poin-poinnya saja.

2. Pernyataan Umum

Anda dapat memasukkan struktur ke dua untuk memulai dengan sebuah pernyataan yang umum. Anda dapat menulisnya dengan informasi sederhanan mengenai fenomena tersebut.

3. Menjelaskan Urutan dari Sebab Akibat

Pada bagian inilah penjelasan yang lebih rinci mengenai proses kita mulai. Meliputi bagaimana tahapannya sebelum terjadi, lalu bagaimana dampaknya dan juga penjelasan mengenai cara menghadapi fenomena tersebut di masa depan.

4. Interpretasi

Berisi pendapat dan perspektif dari penulis yang dasarnya dari deskripsi data dan juga dari fenomena tersebut. Setelah itu dapat kita tutup dengan kesimulan yang singkat, jelas serta padat agar mudah dipahami pembaca.


Apa Saja Jenis Teks Eksplanasi?

Teks eksplanasi ada beberapa jenis seperti yang ada di bawah ini:

1. Sequential

Jenis yang pertama ini lebih menjelaskan mengenai rincian tahapan pada suatu fenomena. Misalnya rincian tahapan daur hidup di rantai makanan.

2. Faktorial

Jenis faktorial ini lebih menjelaskan mengenai pengambaran akibat atau efek dari suatu proses.

3. Teoritis

Untuk teks eksplanasi teoritis ini lebih menjelaskan spekulasi mengenai potensi yang ada di balik sebuah fenomena alam, seperti contoh teks eksplanasi fenomena meletusnya gunung merapi.

4. Kausal

Sedangkan untuk jenis kausal ini lebih menjelaskan mengenai sebab dari sesuatu yang mengalami perubahan secara bertahap.


Contoh Teks Eksplanasi

Setelah mengetahui apa saja ciri, struktur dan jenis dari teks eksplanasi, kini Anda perlu memperhatikan contoh teks eksplanasi. Berikut ini ada 2 contoh teks eksplanasi singkat yang bisa Anda pelajari:

1. Contoh Teks Eksplanasi Banjir

Banjir masuk dalam fenomena alam berupa naiknya air ke suatu daerah dan menutupi permukaan daerah. Banjir juga bisa kita lihat sebagai bagian dari pada siklus air, yaitu bagian air permukaan yang mengalir menuju ke lautan. 

Melalui siklus air ini, pengaruh dari julah air permukaan adalah curah hujan dan juga penyerapan air ke dalam tanah. Penyebab banjir secara alami karena curah hujan lokal dan penyebaran limpasan dari hulu DAS. 

Banjir non-ilmiah dapat disebabkan oleh aktivitas manusia. Sebagai proses penggenangan alam, hujan yang akan jatuh pada permukaan bumi, tertahan oleh tumbuh-tumbuhan, kemudian akan masuk ke permukaan, mengalir ke tempat yang lebih rendah, lalu menguap dan hilang dari permukaan.

Banjir yang terjadi secara alami bisa menjadi bencana bagi manusia jika menimpa dan merugikan manusia. Sedangkan proses terjadinya banjir yang tidak wajar, karena ulah manusia seperti membuang sampah dan mencegah air mengalir dengan lancar, sehingga semakin banyak air yang terapung di TPA dan menyebabkan banjir.

Kesimpulan berdasarkan contoh teks eksplanasi di atas, bahwa proses banjir bisa terjadi secara alami dan juga campur tangan manusia. Manusia hidup di habitat yang pada dasarnya adalah dataran banjir dan akan dapat mengalami kerugian akibat banjir. 


2. Contoh Teks Eksplansi Alam : Tsunami

Tsunami berasal dari tsu= pelabuhan dan nami= gelombang. Arti secara harfiahnya yaitu “ombak besar di pelabuhan”. Perpindahan badan air akibat perubahan di bagian atas bahari secara vertikal menyebabkan datangnya tsunami. 

Perubahan pada bagian atas bahari tersebut sanggup menimbulkan gempa bumi yangg berpusat di bawah bahari. Selain itu juga letusan gunung berapi bawah bahari, longsor, hingga hantaman meteor ke pantai. Gelombang yang terjadi pada saat tsunami ini mampu merambat ke segala arah.

Tsunami dapat terjadi bila ada gangguan yang mengakibatkan perpindahan pada sejumlah air. Misalnya letusan gunung bawah laut, lalu gempa bumi, dan juga longsor. 

Namun, sekitar 90% tsunami terjadi akibat dampak gempa bumi di bawah laut. Dalam rekaman sejarah terjadinya tsunami akibat dari gunung meletus. Salah satu contohnya ketika meletusnya Gunung Krakatau.

Gerakan vertikal di kerak bumi, bisa menyebabkan dasar laut menjadi naik maupun turun secara mendadak. Menyebabkan gangguan kesetimbangan air yang ada di atasnya. Hal tersebut menyebabkan terjadinya genre tenaga air di bawah laut bahkan sampai pada pantai menjadi gelombang besar yang menyebabkan terjadinya tsunami.

Itulah sedikit contoh teks eksplanasi yang dapat Anda jadikan contoh untuk dipelajari dan pahami. Semoga Anda dapat terbantu dengan artikel ini, tetap semangat!