Cara Membuat Sarang Walet dari Kayu Untuk Pemula

Cara Membuat Sarang Walet dari Kayu Untuk Pemula

Pada kesempatan kali saya akan memberikan penjelasan mengenai cara membuat sarang walet dari Kayu untuk pemula dan kira kira apa yang muncul di benak ataupun dipikiran anda ketika mendengar kata sarang burung walet, okey dari pada kamu bingung, lebih baik kamu baca artikel mengenai cara membuat sarang walet dari Kayu untuk pemula ini, agar pengetahuan anda bertambah !!!  Selamat Menbaca.


Cara Membuat Sarang Walet dari Kayu Untuk Pemula

Walet merupakan burung yang banyak ditemukan dan hidup di pantai, daerah pemukiman, bahkan di ruang besar atau pun gua. Burung walet memiliki kaki pendek sehingga tidak bisa bertengger atau hanya berdiri di atas tanah dan hanya dapat menempel pada atap atau tembok bangunan besar. Burung walet ini bersarang secara kelompok dengan sarangnya yang terbuat dari air liur. Biasanya dari sarang inilah yang sering banyak diperjualbelikan orang untuk dijadikan sup atau juga bahan untuk obat-obatan.

Berbagai manfaat yang bisa di dapat dari burung walet ini juga tidak sedikit. Hal ini juga didukung dengan manfaat terutama bagi kesehatan dari kandungan yang terdapat dari burung walet ini. Penyakit seperti keluhan pada paru-paru, kerusakan pembuluh darah dan lainnya bisa diatasi dengan burung walet ini. Memang burung walet ini telah menjadi kepercayaan bagi banyak orang untuk dapat memanfaatkan burung walet.

Dilihat dari berbagai manfaat yang diperoleh dari burung walet, menjadikan burung ini sebagai sumber bisnis yang luar biasa. Bagaiman tidak, saat ini telah banyak pebisnis terutama pebisnis ternak yang tidak ragu dalam menjadikan burung walet sebagai bahan mencari penghasilan. Saat ini pun juga banyak pengembangan dari bisnis ternak burung walet yang lebih efektif dalam mengembangkannya.

Tidak hanya dalam satu teknik saja dalam mengembangkannya, tetapi sekarang sudah muncul inovasi lain yang mempermudah dalam beternak burung walet. Salah satu inovasi berlian saat ini adalah membuatkan rumah bagi walet yang bahannya terbuat dari kayu. Membangun rumah bagi walet yang terbuat dari kayu ini sekarang sudah semakin gencar adanya.

Hal ini dikarenakan biaya atau modal dalam pengembangannya yang tidak terlalu banyak dan juga kita bisa lebih waspada khususnya dalam menghindari kerugian yang besar dalam berwirausaha. Nah, rumah yang terbuat dari kayu inilah yang sekarang dinilai lebih efektif dalam berbisnis burung walet.


Cara Membuat Sarang Walet dari Kayu Untuk Pemula


Berikut ini akan kami jelaskan mengenai bagaimana langkah-langkah dalam membangun atau merancan rumah walet dari kayu.


1. Menentukan gedung


Dalam membangun gedung walet, tidak lah masalah jika Anda menurunkan ukuran gedung walet dengan tujuan untuk menurunkan biaya pembangunan gedung itu sendiri. Jika biasanya para investor yang memiliki modal besar membangun gedung walet dengan ukuran 8 x 12 meter, maka Anda dapat merubahnya dengan ukuran lebih kecil yaitu 4 x 4 meter.



Baca Juga : Cara Ternak Lele Yang Baik Dan Menguntungkan Untuk Pemula



Kalau biasanya mereka membangun gedung dengan tinggi perlaintai 3 meter, Anda cukup membangun dengan ketinggian per lantai 2 – 2,5 meter. Kalau biasanya para investor membangun gedung pada lahan yang kosong, Anda sebenarnya dapat menghematnya seperti membangun gedung walet di atas rumah tinggal Anda, sehingga akan lebih menghemat biaya pondasi, tanah urug dan bahkan biaya tukang.


2. Penggunaan bahan


Disini, yang akan kami jelaskan dalam membangun sarang walet dari kayu yaitu kami menggunakan kayu ulin dengan ukuran 8 x 8 cm sebagai tiang, seng sebagai dinding luar, alumunium foil sebagai penahan panas yang kemudian di bagian dalamnya di lapisi dengan kalsiboard yang dipasang terbalik. Hal ini terbukti sangat menurunkan biaya pembangunan dengan tetap memperhatikan suhu standar sesuai habitat asli dari burung walet tersebut.

Selain dari styrofoam dan aluminium foil, Anda juga bisa menggunakan kardus, lalu atap daun atau sesuatu yang sumber bahan bakunya berasal dari alam agar tetap  meredam panas. Sudah banyak yang membuktikan penggunaan atap daun ini, hanya saja kelemahannya adalah tidak tahan dalam waktu yang cukup lama.


3. Pembuatan kolam


Pembangunan kolam menjadi bagian yang sangat penting dalam gedung walet karena bertujuan untuk bisa memperoleh kelembaban. Hal ini karena jika kelembaban yang dimiliki bagus, maka masalah seperti walet tidak mau menginap karena kelembaban yang rendah, sarang yang mudah retak, sarang yang tidak kuat menempel dan mudah lepas dan sebagainya tidak akan terjadi.
Jika biasanya investor besar menggunakan kolam beton atau pengabut dalam ruang walet, Anda bisa melkukan pembuatan kolam dengan bahan dari terpal atau ember.

Banyak berbagai tips yang mungkin masih jarang orang mengetahuinya. Untuk tingkat paling atas pada rumah walet, angin-angin yang sudah terpasang bisa diberikan pipa yang mengarah langsung ke ember atau kolam. Karena pada bagian tingkat paling atas gedung walet biasanya angin yang berhembus cukup kencang, maka diharapkan hembusan itu bisa membuat air dalam ember mengalami penguapan yang lebih cepat, sehingga kelembaban yang diharapkan dapat tercapai. Sehingga Anda tidak perlu lagi memasang pangabut pada lantai atas.

Terdapat juga alternatif lain dalam mengatasi kelembaban yang rendah dalam gedung walet adalah menggunakan wadah yang berisi pasir dan  diberi air. Kemudian letakkan bata merah di atas pasir dengan tujuan untuk mempercepat proses penguapan. Dalam meletakkkan bata merah dalam posisi tegak, dan sebagian besar bata merah tersebut tidak terkena pasir.

Cara seperti ini akan lebih baik dalam mengontrol kelembaban di dalam ruangan secara konvensional dibanding dengan penggunaan kolam. Selain itu, dengan penggunaan teknik ini juga aman dari pembusukan binatang yang mati  seperti anakan walet, tikus dan sebagainya yang mungkin jatuh dalam air jika menggunakan kolam.


4. Pembuatan ventilasi


Dalam melakukan tahap  pembuatan ventilasi pada gedung walet Anda bisa menggunakan pipa 3 in atau 4 in dengan jarak sekitar 1 meter. Namun jika Anda ingin lebih menghemat, mak Anda bisa memanfaatkan sisa kayu dan papan sebagai ventilasi pada gedung walet sederhana Anda. Ukuran yang dimiliki ventilasi adalah sekitar 40 cm x 5 cm dengan bagian luarnya diberi kawat ram.


5. Material lantai


Dalam membagun gedung walet, sangatlah penting memperhatikan ketahanan gedung. Jika kita mengamati konstruksi gedung walet menggunakan kayu sebagai tiang dan sirip dengan suai melintang maka akan memperkuat berdirinya gedung. Nah, dengan kekuatan itu, lantai bisa menggunakan kalsiboard yang memiliki ketebalan minimal 6 mm dan juga dilapisi campuran semen dan pasir dengan ketebalan 2-3 cm. Pengaplikasian ini akan aman dan mumpuni dalam menopang beban jika gedung beroperasi.

Nah, dari langkah atau tahapan dalam membuat sarang walet dari kayu di atas sebenarnya tidaklah terlalu rumit. Jangan khawatir, karena Anda tidak akan menyesal setelah Anda memperoleh haslilnya. Dengan mengetahui berbagai cara di atas, harapannya akan ada banyak pebisnis ternak walet berikutnya dan menjadikan bidang bisnis ini semakin maju.

Tidak ada hal yang tidak mungkin dalam berusaha. Kegagalan memang suatu kesusahan dan kesulitan yang menjadi hambatan tersendiri, tetapi gagal adalah suatu langkah sukses pertama dalam mengembangkan usaha. Belajarlah dari kegagalan sehingga Anda akan menjadi pengusaha yang bukan kaya akan uang tetapi juga kaya akan pengalaman yang akan menuntun Anda ke arah kesuksesan.


Akhir Kata


Nah demkianlah cara membuat sarang burung walet untuk pemula ini, semoga dengan adanya artikel ini, teman teman semua dapat terbantu dan juga dapat mengembangkan lag usahanya, selamat membaca.