Skip to main content

Cara Budidaya Ulat Jerman Yang Benar Untuk Pemula

Pada kesempatan kali saya akan memberikan penjelasan mengenai cara budidaya ulat jerman yang benar untuk pemula dan kira kira apa yang muncul di benak ataupun dipikiran anda ketika mendengar kata ulat jerman, okey dari pada kamu bingung, lebih baik kamu baca artikel mengenai cara budidaya ulat jerman yang benar untuk pemula ini, agar pengetahuan anda bertambah !!!  Selamat Menbaca.

Ulat merupakan hewan yang tidak memiliki tulang belakang dan banyak orang yang tidak menyukainya, banyak orang yang merasa jijik jika bertemu dengan hewan ini. Ulat juga termasuk hewan hama dan dapat merugikan para petani sehingga ulat banyak dibunuh. Terlepas dari hal tersebut ulat ternyata memiliki manfaat seperti ulat Jerman yang memiliki nama latin zophobas morino. Ulat jenis ini memiliki banyak manfaat khususnya bagi pemelihara reptil, dan unggas (biasanya burung).

Ulat jenis ini memiliki nilai gizi melebihi ulat Hongkong yang biasa digunakan untuk pakan hewan tersebut. Ulat ini juga mudah dicerna pada burung dan memiliki imun yang kuat yang berguna untuk menguatkan imun tubuh si burung tersebut. Ulat jenis ini masih jarang yang membudidayakan jika dibandingkan dengan ulat Hongkong. Oleh karena itu peluang untuk membudidayakan ulat Jerman yang memiliki permintaan pasaran yang tinggi.


Cara Budidaya Ulat Jerman Yang Benar Untuk Pemula


Dalam artikel ini kami akan membahas mengenai cara budidaya ulat Jerman, berikut adalah uraiannya.


Mempersiapkan tempat atau media budidaya.


Media untuk membudidayakan ulat Jerman hampir sama dengan media budidaya ulat Hongkong. Kalian bisa buat wadahnya terlebih dahulu dengan ukuran panjang 65 dan lebar 45 cm dengan ketinggian sekitar 10 cm. Kemudian dalam kotak tersebut dilapisi dengan lakban plastik baik samping maupun bawah atau alasnya, tujuannya agar ulat Jerman tidak kabur dari media budidaya. Jika sudah kalian bisa buat wadahnya dengan rak agar lebih mudah untuk mengontrol kondisi pembudidayaan. Untuk wadah kumbang ulat Jerman kalian beri alas berupa kawat rim atau kawat jaring. Agar menahan makanan kumbang tidak hilang. Selain itu untuk kotak ulat kumbang tetap alas lakban dan diberi gandum polard 311 atau campuran dedak halus dan polard 311 yang berguna untuk tempat sembunyi ulat Jerman.

Sebelum di aplikasikan ke media, polard 311 dan dedak halus tersebut dioven terlebih dahulu agar hama yang ada pada media tersebut mati dan steril, jika tidak ada oven kalian juga bisa mensterilkanya dengan cara di sangrai sampai hama mati semua. Hama yang ada dalam media tersebut berupa kepik yang merugikan ataupun ulat - ulat kecil yang akan memakan telur dan akan membunuh ulat Jerman yang baru menetas. Atau dengan menjemur di terik matahari pada lantai yang panas pula agar hama mati, tetapi cara ini hanya akan mematikan jamur dan bakteri saja, walaupun juga membunuh hama akan tetapi dalam jumlah yang sedikit.
Pemilihan makanan yang baik untuk kumbang dan ulat Jerman.

Pemberian pakan sangat penting karena akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kumbang dan ulat Jerman. Untuk pakan ulat Jerman sangat mudah didapat. Untuk pakan kumbang ulat Jerman dapat berupa sayuran yang . memiliki kadar air yang tinggi dapat berupa wortel, labu Siam, pepaya yang masih mentah atau muda, dan sayuran lainnya, yang intinya memiliki kadar air yang tinggi. Untuk pakan ulat Jerman dapat diberikan berupa campuran ampas tahu dan EM4 atau ampas tahu tambah tepung terigu tambah EM4. Dan untuk minumnya dapat diberi labu kuning, wortel, timun, labu Siam dan lainnya.


Baca Juga : Cara Budidaya Kacang Tanah Untuk Pemula


Pemberian pakan dan minum harus diberikan secara rutin dan teratur agar ulat tidak mati, untuk minumnya cukup diberi 1x sehari pada malam hari dan pada jam yang sama, untuk pakannya dapat diberikan 2x sehari pagi dan sore hari. Pembuatan pakan dengan cara merendam ampas tahu dalam air yang mendidih selama 15 menit setelah itu di jemur, kemudian ampas tahu yang sudah kering dicampur dengan EM4 yang sudah direbus dengan air gula pasir maupun gula merah, setelah itu bentuk bulat sekitar kepalan kita, dan sebelum diberikan ke ulat pakan harus dalam keadaan dingin agar ulat tidak mati kepanasan.


Pemilihan bibit atau indukan ulat Jerman yang berkualitas


Pemilihan bibit atau calon indukan yang berkualitas sangat dianjurkan karena akan mempengaruhi kualitas dan kesehatan bibit maupun ulat Jerman itu sendiri. Jika kita menghasilkan produk yang berkualitas maka konsumen akan merasakan kepuasan terhadap produk kita, sehingga kita akan banyak orderan dari konsumen.  kalian bisa mendapatkan bibit yang baik dari indukan ulat Jerman yang baik pula. Berikut adalah uraian mengenai cara mendapatkan indukan ulat Jerman yang baik.
Cari ulat Jerman yang memiliki ukuran yang lebih besar daripada ulat lainya yang berada di wadah. Dan pastikan ulat tersebut sudah siap untuk metamorfosis.

Kemudian siapkan wadah berukuran 35 mm atau sekitar ukuran itu. Kalian bisa menggunakan rol film atau wadah apapun asalkan memiliki ukuran yang hampir sama. Setelah itu masukkan calon indukan ulat kedalam wadah yang telah disediakan. Biarkan hingga sekitar 1 sampai 2 Minggu dan jangan beri makan maupun minum karena akan dapat mempengaruhi metamorfosis ulat itu.

Setelah itu akan muncul kumbang kepik yang akan kita gunakan untuk mendapatkan bibit yang baik.
Beri makan dan minum kumbang kepik tersebut sampai bertelur dan pindahkan telur yang sudah menetas ke media pembesaran. Ulat Jerman akan tumbuh menjadi ulat Jerman dewasa selam sekitar 5 bulan dan setelah itu bisa langsung dipanen dan dijual.

Uraian tersebut merupakan cara-cara mendapatkan bibit ulat Jerman yang baik.
Kalian juga bisa mendapatkan indukan kumbang kepik ulat Jerman di toko binatang atau membeli secara online. Harga kumbang kepik ulat Jerman sekitar Rp. 2.500 sampai 3.000. dengan harga tersebut kalian akan mendapatkan bibit yang baik.


Proses pembesaran ulat Jerman yang tepat.


Proses ini sangat berpengaruh terhadap produk kita karena jika kita salah dalam pembesaran maka rugi yang akan kita dapat. Oleh karena itu perlu adanya hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Berikut adalah uraiannya. Pemindahan indukan kumbang kepik ulat Jerman setelah kepik bertelur. Setelah itu tunggu telur menetas.

Setelah menetas dan kira kira 2 hari ulat sudah dapat diberikan pakan dan minum. Umur ulat Jerman yang siap dipanen sekitar 3 bulan. Sedangkan indukan kumbang kepik yang baik akan bertelur sekitar 15 hari sekali selama 6 bulan.


Proses memanen ulat Jerman.


Proses ini adalah proses yang sangat mudah. Cara untuk mendapatkan ulat Jerman adalah dengan mengayak media sehingga ulat akan didapat dengan mudah. Panen ulat Jerman dapat dilakukan setelah ulat berumur sekitar 3 bulan. Untuk penjualannya bisa dijual ke pengepul atau dijual ke toko hewan, atau kalian bisa jual sendiri dengan harga 1 kg ulat dijual sekitar 130 ribu. Begitu besar prospek dan permintaan pasaran yang besar sehingga ulat Jerman dapat dijadikan lahan bisnis yang menjanjikan.


Akhir Kata


Sekian artikel dari kami semoga bermanfaat, dan juga semoga dapat membantu teman teman semua dalam hal membudidayakan ulat jerman ini, selamat mencoba dan semoga sukses