Cara Budidaya Udang Windu Di Kolam Beton

Cara Budidaya Udang Windu Di Kolam Beton

Pada kesempatan kali saya akan memberikan penjelasan mengenai cara budidaya udang windu di kolam beton dan kira kira apa yang muncul di benak ataupun dipikiran anda ketika mendengar kata budidaya udang windu", okey dari pada kamu bingung, lebih baik kamu baca artikel mengenai cara budidaya udang windu di kolam beton ini, agar pengetahuan anda bertambah !!!  Selamat Menbaca.



Cara Budidaya Udang Windu Di Kolam Beton

Usaha untuk budidaya udang bago kini mulai banyak dilirik oleh para pelaku usaha pertambakan udang di banyak tempat. Udang Bago atau yang lebih  disebut dengan nama populernya sebagai udang windu. Merupakan salah satu jenis udang untuk konsumsi yang amat digemari dan disukai oleh masyarakat indonesia karena memiliki kelebihan dibandingkan udang-udang yang lain. Udang windu memiliki ukuram tubuh yang relatif besar sehingga banyak digunakan sebagai sajian makanan baik di warung makan kaki lima hingga restoran bintang lima karena kelebihannya tersebut. Saat ini budidaya udang windu sedikit mengalami  penurunan minat.

Antara lain disebabkan karena serangan berbagai penyakit salah satunya yang paling ganas menyerang udang ini adalah white spot dan virus bintik putih maka akhirnya menyebabkan kegagalan panen secara massal dan tentunya menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi para pengusaha. Tentunya hal ini menyebabkan harga udang windu  atau sering disebut juga udang bago melonjak tajam  dibanding sebelumnya,  bahkan saat ini diprediksi harga satu kilogram udang bago hampir menyentuh angka 100.000 rupiah.


Cara Budidaya Udang Windu Di Kolam Beton


Nah maka dari itu tentunya hal tersebut menciptakan peluang usaha yang cukup menarik untuk kalian coba yaitu dengan membudidayakan udang windu sebagai salah satu komoditas yang menjanjikan. Pada kesempatan kali ini akan kita paparkan mengenai bagaimana cara untuk melakukan budidaya udang windu berikut ulasannya.


1. Persiapan Lokasi atau tempat Budidaya


Lokasi budididaya merupakan hal penting yang harus diperhatikan sebelum memulai tahapan budidaya seperti pada cara budidaya udang tambak karena nantinya hal ini akan sangat berpengaruh pada udang yang akan dihasilkan.

Lokasi ideal akan menentukan keberhasilan dalam budidaya udang windu dikarenakan udang windu sendiri tidak dapat hidup pada sembarangan tempat.  maka dari itu berikur  merupakan ciri-ciri ideal lokasi yang tepat untuk budidaya udang bago: Yang pertama yaitu lokasi budidaya harus memiliki kadar garam 10-25 ppm   dan juga harus kalian pastikan pH tanah berada pada angka 6-7.


Baca Juga : Cara Budidaya Ikan Sidat dengan Mudah di Rumah


Pastikan  pastikan juga suhu udara dan suhu siklus air mencapai 25-29 derajat celcius untuk menjaga udang tetap sehat. Pemilihan lokasi budidaya yang tepat akan semakin mempercepat prose pembesaran udang bago dan tentunya akan mendukung proses panen nantinya.


2. Pembuatan Kolam Tambak


Udang sendiri secara alami  habitat alaminya terdapat pada daerah rawa rawa atau perairan dangkal yang memiliki siklus air yang bersih dan tidak tercemar polusi. Oleh karena itu, idealnya udang bago juga dibudidayakan di dalam kolam tambak yang mungkin dapat kalian temui di area sekitar perairan. Berikut cara pembuatan kolam untuk budidaya udang  jenis ini :

Pertama perlu kalian atur ukuran kolam biasanya idealnya 5×5 meter atau juga jika anda memiliki lahan luas maka dapat membuat lebih dari satu kolam. Kedalaman kolam juga harus dibuat 1-1,5 meter dan gali kolam hingga berbentuk persegi seperti kolam pada umumnya.

Kemudian ukur pH dan kadar garamnya, jika pH tidak mencapai angkat 7 maka  lebih baik kalian berikan  tambahan kapur dolomit terlebih dahulu untuk mengurangi keasaman tanah.  Kemudian biarkan hingga kapur dolomit meresap dengan baik ke dalam tanah. Setelah 3-4 hari isikan air kedalam kolam dan biarkan selama kurang lebih satu minggu, hingga terjadi pembentukan lumpur pada dasar kolam.

Setelah itu,  kalian dapat  memasukkan biang untuk menumbuhkan plankton agar hidup di dalam kolam. Kalian dapat menggunakam bahan alami seperti bekatul,  lalu dicampur menggunakan air gula merah, dan difermentasikan, setelah berubah baunya dapat dimasukan langsung ke kolam.
Proses ini bisa memakan waktu hingga satu minggu atau lebih.

Kalian bisa mengamati perubahan warna yang terjadi pada air kolam, jika telah berwarna kehijauan maka tandanya kolam  kalian sudah ditumbuhi plankton dan siap dilakukan penebaran benih udang  yang akan kalian budidayakan.


3. Pemilihan  Benih yang akan kalian budidaya kan


Untuk benih udang bago sendiri, sebaiknya pilih benih yang sudah jelas asuk usul dan kualitasnya  karena tentunya hal ini sangatlah berpengaruh kepada berhasil atau tidaknya usaha yang kalian buat.

Benih yang digunakan haruslah benih unggul baik dari segi produktifitas maupun ketahanan terhadap penyakit agar hama yang menyerang tidak akan merusak kualitas udang yang kalian ternakkan.  ciri-ciri benih udang bago yang unggul dan berkualitas antara lain dapat kalian simak sebagai berikut :
Benih dalam kondisi sehat dan tidak terpapar setangan hama atau penyakit dengan salah satu ciri nya yaitu memiliki gerakan yang lincah dan mampu berenang melawan arus.

Ukuran udang windu relatif seragam dan memiliki warna kulit yang mengkilap dan cerah yang dapat kalian amati dengan cermat. Ukuran benih tidak  terlampau kecil idealnya memiliki bobot 0,05 gram atau paling todak minimal 0,03 gram kalian dapat mengukur salah satu udang sebagai sempel.

Benih di packing dengan aman dan dipastikan tidak mengalami kerusakan saat proses pengangkutan karena jika salah dalam  menangani proses packing dapat berakibat fatal pada udang yang dikirimkan. Benih udang bagi dipastikan  berasal dari indukan yang jelas varietasnya serta berasal dari penambak binit yang sudah memiliki sertifikat resmi dan izin dari pemerintah.


4. Penyebaran bibit udang


Dalam melakukan penyebaran bibit udang windu tidak dapat dilakukan dengan asal-asalan dikarenakan jika salah melakukan penyebaran di demokrat dapat berakibat ya udah tidak dapat adaptasi dan mengakibatkan stress  hingga kematian.

Waktu terbaik dalam melakukan penyebaran bibit udang yaitu ketika siang hari dan ketika matahari tidak sedang terik, normal yaitu ketika suasana teduh agar suhu air kolam tidak terlalu panas maupun terlalu dingin. Untuk lebih baiknya kalian dapat menempatkan bibit udang kedalam wadah yang telah diisi air kolam tempat bibit udang akan dikembangbiakan agar udang sedikit demi sedikit beradaptasi. Untuk satu meter persegi kolam dapat diisi 60 hingga 70 bibit udang.


5. Pemberian pakan


Pemberian pakan dapat dilakukan setelah 3 hari bibit udang disebar. Makanya yaitu tentunya kalian harus menggunakan pakaian udah khusus yang dijual di toko ikan agar nutrisi yang dibutuhkan dapat terpenuhi. Pemberian pakan yaitu 40% di pagi hari dan 60% di sore hari atau malam hari.


6. Panen


Nah moment ini tentunya sangat ditunggu-tunggu untuk para pembudidayaan perlu kalian tahu udang windu dapat dipanen ketika telah berumur 150 hari atau empat hingga lima bulan ketika udang telah memiliki berat 7 hingga 8 ons per ekornya. Untuk sarapan lainnya sendiri kalian dapat melakukan pengeringan pada kolam lalu buatlah jaring untuk menangkap udang yang akan kalian panen.

Setelah itu jangan biarkan udang terlalu lama di udara segeralah untuk memasukkannya ke dalam box untuk pengiriman. Pastikan lakukan packaging dengan benar agar kualitas udang tetap baik dan segar untuk diolah selanjutnya.


Akhir Kata


Nah itu sama merupakan cara untuk melakukan budidaya udang windu yang dapat kalian lakukan dengan mengikuti liat langkah yang telah kita paparkan selamat mencoba.