Cara Budidaya Udang Vaname di Kolam Terpal Untuk Pemula

Cara Budidaya Udang Vaname di Kolam Terpal Untuk Pemula

Pada kesempatan kali saya akan memberikan penjelasan mengenai cara budidaya udang vaname di kolam terpal untuk pemula dan kira kira apa yang muncul di benak ataupun dipikiran anda ketika mendengar kata udang vaname, okey dari pada kamu bingung, lebih baik kamu baca artikel mengenai cara budidaya udang vaname di kolam terpal untuk pemula ini, agar pengetahuan anda bertambah !!!  Selamat Menbaca.



Cara Budidaya Udang Vaname di Kolam Terpal Untuk Pemula

Udang merupakan hewan yang termasuk kedalam keluarga crustaseae yang artinya hewan yang tidak memiliki tulang belakang, akan tetapi mereka mempunyai cangkang yang keras untuk melindungi diri mereka. Udang hampir sama dengan kepiting, perbedaannya hanya ukuran ,ukuran dan keras cangkang yang membungkus tubuh mereka. Tubuh kepiting memiliki cangkang yang lebih keras dan menyeluruh, tetapi pada udang juga memiliki cangkang keras hanya saja memiliki lapisan yang lebih tipis. Udang memiliki banyak jenisnya contohnya adalah udang vaname.

Udang vaname salah satu pilihan yang tepat untuk pembudidaya pemula karena udang ini memiliki pertumbuhan yang cepat, dan memiliki ketahanan tubuh yang baik dari serangan virus dan penyakit, contohnya virus White Spot Syndrome Virus (WSSV) yang sering menyerang udang dan dapat menyebabkan kematian udang dalam jumlah banyak. Udang vaname memiliki beberapa kandungan gizi seperti asam amino, protein, sedikit karbohidrat, antioksidan, kolesterol baik, lemak omega, dan masih banyak kandungan gizi lainnya. Dengan kandungan gizi tersebut udang vaname memiliki banyak manfaat seperti mencerdaskan otak, pencegah kanker, dan dapat pula meningkatkan nafsu makan. Begitu banyak manfaat udang yang bernama latin Litopenaeus vannamei

Walaupun udang memiliki banyak kandungan gizi dan manfaat, udang juga dapat bersifat racun jika saat makan dibarengi dengan meminum atau memakan makanan yang mengandung vitamin C. Hal tersebut terjadi karena udang mengandung senyawa Arsenic Pentoxide (As2O5) yang akan bereaksi menjadi Arsenic Trioxide (As2O5) yang sangat beracun bagi tubuh kita yang dapat menyebabkan rusaknya organ vital tubuh seperti ginjal, jantung, hati, pembuluh darah. Oleh karena itu perhatikan makanan atau minuman dahulu sebelum memakan udang.

Pada akhir – akhir ini banyak restoran maupun supermarket yang memesan udang khususnya udang vaname karena cukup diminati di pasaran, tetapi persediaannya udang yang sedikit, sehingga terbuka lebar untuk membudidayakan udang vaname untuk menjadi usaha sampingan. Akan tetapi kalian hanya memiliki lahan sempit?, jangan khawatir.


Cara Budidaya Udang Vaname di Kolam Terpal Untuk Pemula


Kali ini kami akan membahas mengenai cara budidaya udang vaname di kolam terpal. Berikut cara – caranya .


- Persiapan bahan dan pembuatan kolam.


Bahan dan alat yang digunakan untuk membudidayakan udang varame sangatlah sederhana. Bahan yang dibutuhkan untuk membuat kolam yaitu bambu /besi berbentuk lingkaran atau bisa berbentuk segiempat. Kemudian siapkan terpal dengan ukuran yang telah disesuaikan dengan kerangka kolam atau sesuai dengan kebutuhan.


Baca Juga : Cara Membudidayakan Cacing Merah Di Rumah Untuk Pemula


Lalu rangkai besi atau bambu untuk kerangka kolam sesuai dengan kebutuhan pembudidaya, jika pembudidaya ingin membudidayakan udang dengan jumlah yang banyak tentulah kolam harus besar dan sebaliknya. Kalian juga bisa membuat kolam tanpa kerangka kolam dari besi maupun bambu yaitu dengan cara membuat kolam dari tanah dan dilapisi terpal atau plastik tebal.


- Pemilihan atau pemijahan bibit yang baik


Pemilihan bibit yang baik perlu dilakukan untuk budidaya. Bibit udang yang baik harus dipilih agar meminimalinsir kematian udang dan menghasilkan udang yang berkualitas tinggi. Pemilihan bibit udang yang berkualitas dapat dilihat dari ukuran, warna, dan bentuk tubuh dari bibit udang tersebut. Pemilihan bibit udang yang baik memiliki ukurann yang sama, bentuk tubuh yang kelihatan gilig, dan pastikan tidak ada cacat di tubuhnya. Cara untuk melihat cacat dan kesehatan bibit dengan menggunakan air mengalir dan udang dilihat cara berenangnya saat melawan arus air. Untuk pemijahan udang bisa dilakukan dengan cara

1. memilih indukan udang yang bagus dan umur yang cukup untuk menghasilkan benih yang berkualitas. Indukan yang baik memiliki ciri – ciri sebagai berukut

a) organ tubuh indukan utuh tidak ada yang cacat.

b) Cangkang tubuh keras berwarna jernih segar hingga transparan

c) Untuk jantan memiliki ukuran 16 – 17 cm dan memiliki berat sekitar 37 – 39 gram, untuk betina memiliki ukuran tubuh 18 – 19 cm dan memiliki berat badan 40 – 41 gram

d) Bebas dari virus – virus berbahaya seperti virus White Spot Syndrome Virus (WSSV), Taura Syndrom Virus (TSV), Infection Hypodermal and Hematopoietic Necrosic Virus (IHHNV) dan virus lainya. Pendeteksian virus atau penyakit pada udang dapat dilakukan dengan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR) sebelum memijahkan indukan.

e) Memiliki nafsu makan dan respon yang baik saat diberi makan.

f) Gerakan lincah tidak lamban.


2. Jika pemeriksaan dan pemilihan indukan udang sudah maka tahap selanjutnya yaitu dengan menyiapkan wadah yang telah dibersihkan, kemudian masukkan indukan udang yang sudah siap dipijahkan dan sudah dikarantina. Waktu yang tepat untuk memijahkan udang adalah jam 3 sore sampai jam 7 malam. Dan pastikan ruangan tertutup dan gelap agar udang tidak strees saat memijahkan.

3. Kemudian jika sudah bertelur pindah telur ke bak penetasan, bak ini harus bersih dari deterjen karena dapat membunuh larva udang yang baru menetas.

4. Jika bibit sudah berumur 3 – 4 minggu bibit sudah bisa diletakkan pada kolam pembesaran.


- Pemberian pakan yang berkualitas serta bergizi secara teratur.


Pakan yang baik dan bergizi merupakan hal yang wajib, karena pakan yang berkualitas dapat mempercepat pertumbuhan dan berat si udang sehingga pembudidaya akan mendapat untung yang banyak. Pemberian pakan untuk udang juga harus secara teratur dan pada waktu yang tepat. Pemberian pakan yang berlebihan akan menyebabkan plankton – plankton memakan sisa makanan udang dan berkembang biak secara berlebihan sehingga plankton melakukan bloom yang dapat menimbulkan racun di air sehingga udang akan mati keracunan. Waktu pemberian pakan yang tepat untuk udang vaname adalah pada waktu berikut:

a) Terjadi bloom plankton.
Pemberian saat terjadi bloom plankton tentulah sangat berbahaya karena plankton akan memakan pakan udang dan akan menghasilkan racun sehingga akan membunuh udang. Pemberian pakan dapat dilakukan sebesar 65% selama 3 hari atau menunggu hingga bloom plankton mereda.

b) Saat hujan.
Pada saat hujan suhu air akan menurun sehingga udang sedikit memiliki nafsu makan sehingga udang akan memakan sedikit makanan. Oleh karena itu pemberian pakan saat hujan dapat diberikan sebesar 50% atau menunggu hingga hujan mereda.

c) PH air di kisaran 7,5 – 9.
Di PH ini pemberian pakan sebesar 30% siang hari, 70% di malam hari untuk menyukupi asupan gizi si udang.


- Kandungan air yang seimbang.


Udang vaname biasanya hidup diair payau sehingga perlu diperhatikan untuk pengelolaan air. Udang vaname biasanya hidup pada kisaran suhu 28 – 30 derajat Celcius. Suhu yang hangat akan meningkatkan nafsu makan udang. Kandungan PH air juga perlu diperhatikan, untuk PH air yang tepat yaitu pada angka 6 – 8 jika terlalu basa udang biasanya akan berkurang nafsu makannya yang akan membuat udang tidak berkembang dengan baik.


Akhir Kata


Demikian artikel yang kami buat semoga artikel ini dapat membantu teman teman semua dalam hal membudidayakan udang ini dan selamat mencoba dan semoga sukses.