Cara Budidaya Udang Galah Di Rumah

Cara Budidaya Udang Galah Di Rumah

Pada kesempatan kali saya akan memberikan penjelasan mengenai cara budidaya udang galah di rumah dan kira kira apa yang muncul di benak ataupun dipikiran anda ketika mendengar kata budidaya udang, okey dari pada kamu bingung, lebih baik kamu baca artikel mengenai cara budidaya udang galah di rumah ini, agar pengetahuan anda bertambah !!!  Selamat Menbaca.



Cara Budidaya Udang Galah Di Rumah


Udang galah merupakan jenis udang yang bisa dibudidayakan di air tawar. Udang galah berukuran lebih besar dari ukuran udang biasa, sehingga orang-orang menyebutnya dengan lobster mini. Budidaya udang galah berpotensi menghasilkan keuntungan. Karena semakin banyaknya permintaan udang galah dari restoran dalam maupun luar negeri.

Saat ini banyak ditemukan rumah makan bertema seafood yang menyediakan bermacam-macam menu. Dari sekian banyak menu yang disediakan, ada beberapa menu berbahan dasar dari udang. Makanan bernutrisi dari udang memang cukup malah, tetapi banyak diminati karena kelezatannya dan mengandung protein tinggi serta antioksidan yang dapat menjaga tubuh dari oksidasi.

Selain ukurannya yang cukup besar dan rasanya lezat, udang galah juga merupakan salah satu hewan air yang tepat untuk dibudidayakan. Budidaya udang galah bisa dilakukan di kolam maupun di tambak darat. Usaha ini sekarang telah menyebar di beberapa wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Untuk mendukung usaha budidaya udang galah juga diperlukan teknologi yang tepat sesuai dengan kebutuhan pembudidayaan.


Cara Budidaya Udang Galah Di Rumah


Langkah-langkah budidaya udang galah sebagai berikut:


Memilih bibit udang galah


Budidaya udang galah dapat dilakukan dengan banyak cara. Namun, yang biasa dilakukan hanya ada dua, yaitu budidaya tunggal atau monokultur dan budidaya campuran atau polikultur. Udang galah juga bisa dibudayakan bersama hewan lainnya yang sama-sama pemakan tanaman. Karena jika dibudidayakan bersama dengan hewan herbivora dikhawatirkan akan saling memakan yang dapat menyebabkan kerugian bagi pembudidayanya. Contoh hewan yang dapat dibudidayakan bersama udang galah adalah ikan tawes dan gurame.


Tempat atau lokasi budidaya


Rencana pembangunan kolam atau tambak budidaya harus memenuhi syarat, yaitu: jenis tanah berpasir, kawasan bebas polusi dan banjir, kolam atau tambak dibangun pada ketinggian 0-700 meter dpl, untuk kolam seluas 300-1000 meter persegi debit air dianjurkan 0,5-1 liter per detik, serta sirkulasi air harus lancar dan juga tersedia sepanjang tahun.


Penebaran benih


Setelah melakukan dua langkah di atas, selanjutnya Anda harus memikirkan cara penebaran benih. Penebaran benih dapat dikira-kira jumlahnya sesuai dengan cadangan air dan makanannya. Akan tetapi, pada umumnya setiap meter persegi ditebar benih 5-10 udang. Jika Anda menggunakan model budidaya tahapan, Anda dapat menebar benih ketika panen. Dengan rasio penebaran 50% dari jumlah udang yang dipanen. Waktu yang tepat untuk menebar benih itu ketika sore menjelang malam agar udang tidak stres. Apabila cara penebaran benih Anda lakukan dengan benar, maka hasilnya pun akan maksimal.


Alat dan bahan


Peralatan yang digunakan sama seperti pembudidayaan ikan atau udang di kolam biasa, diantaranya adalah alat pengangkut benih, ember, timbangan, seser, cangkul, ayakan halus dari bahan kain, dan lain sebagainya.


Pengelolaan air


Sirkulasi air yang lancar sangat berpengaruh untuk pembesaran udang galah di kolam. Sebaiknya air yang ada di dalam kolam pembudidayaan mengalir. Jika dalam pembudidayaan air tidak mengalir, sudah dibuktikan kualitas hasilnya cenderung lebih rendah dibandingkan dengan budidaya di kolam yang airnya mengalir.


Baca Juga : Cara Budidaya Daphnia Magna Tanpa Bibit


Namun ada cara untuk mengatasinya, yakni dengan mengganti air baru sebanyak 30-50% dari volume air kolam. Tingkat pH air disarankan pH 6,5-8,5. Suhu oksigen optimum yang diperlukan adalah 28-30 terlarut minimal 4 ppm, selain itu juga diperlukan Ca minimal 52 ppm dan salinitas 0-5 ppt.


Antisipasi hama dan penyakit


Keberadaaan hama dan penyakit ditentukan dengan cara pemeriksaan yang dilakukan secara visual terhadap organisme pengganggu baik yang bersifat kompetitor ataupun predator. Hama predator yang ada di dalam kolam budidaya adalah ikan-ikan yang masuk tanpa sengaja seperti ikan lele, dan ikan gabus. Cara mencegah masuknya hama predator tersebut perlu dibuat saringan pada pintu masuk dan keluarnya air kolam yang terbuat dari jaring dengan ukuran 0,2 mm.

Selama proses perkembangan diperlukan pemeriksaan kesehatan seperti di bawah ini:

- Menguji kesehatan udang galah dengan mengambil contoh secara acak. Pengujian kesehatan dilakukan sesuai kebutuhan pengamatan baik secara visual maupun mikroskopik.

- Pengamatan visual dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui adanya gejala penyakit dan kesempurnaan morfologi pada udang.

- Pengamatan mikroskopik dilakukan dengan tujuan untuk memeriksa parasit, jamur, virus dan bakteri yang ada pada udang galah, pemeriksaan ini dilakukan di laboratorium.


Pemberian pakan


Udang galah merupakan hewan pemakan segalanya. Maka dari itu pemberian pakan pada tidak boleh telat. Jika telat, udang galah akan memakan apa saja yang ada di sekitarnya termasuk temannya sendiri. Hal itu sangat merugikan pembudidaya karena mengurangi jumlah udang galah yang dibudidayakan. Pemberian pakan dianjurkan mengandung protein tinggi untuk membantu pertumbuhan udang galah.

Protein tersebut bisa didapatkan dari membeli pakan buatan maupun dari tumbuh-tumbuhan yang telah dihancurkan. Seperti singkong, talas, ampas kelapa, jagung, dan lain sebagainya. Namun pemberian makan dengan ampas kelapa dapat memperkeruh warna air pada kolam budidaya tersebut. Sehingga pemberian ampas kelapa harus disesuaikan dengan jumlah udang galah dan luas kolam budidaya. Supaya jika air menjadi keruh serta mengharuskan kolam dikoras, maka pemilik budidaya udang galah tidak keberatan.

Ada beberapa waktu yang tepat untuk pemberian pakan udang galah. Yaitu jam enam pagi, 11 siang, lima sore, tujuh malam, dan sebelas malam. Pemberian pakan udang galah harus diatur sesuai dengan umur udang dan jumlah berat udang galah yang ada di kolam tersebut. Pada bulan pertama, biasanya pemberian pakan sekitar 25-50% dari jumlah berat udang yang ada. Namun jumlah pakan berkurang setiap bulannya, pada bulan kedua pemberian pakan sekitar 15-20%, bulan ketiga 8-10%, bulan keempat 5-7%, bulan kelima 4-5%, dan pada bulan keenam atau terakhir 3-4%.


Perawatan udang galah


Udang galah harus dilakukan pengecekan secara rutin supaya dapat tumbuh dengan baik. Termasuk kualitas air akan menurun setelah beberapa saat penebaran benih. Hal tersebut dapat dilihat dari udang yang muncul dipermukaan air setiap pagi. Masalah ini bisa diatasi dengan mengganti air pada kolam atau menebar ikan pemakan plankton.

Disamping itu, kondisi pembudidayaan udang galah harus diperhatikan. Jika jumlahnya terlalu memadati kolam, maka dapat menyebabkan kondisi udang galah memburuk. Oleh sebab itu, harus diperhatikan jumlah udang dengan pemberian pakan. Jangan sampai kolam kebanyakan udang sehingga menimbulkan kurangnya pakan. Tetapi, apabila udang sudah terlanjur sakit, udang tersebut harus dipisahkan dari udang galah yang lain atau dapat diobati dengan memberikan antibiotika atau fungisida.


Waktu panen udang galah


Biasanya udang galah dipanen setiap 4-6 bulan. Udang galah dijual sesuai dengan besarnya, jika ukurannya semakin besar maka harga jualnya pun semakin mahal.


Akhir Kata


Itulah beberapa cara budidaya udang galah yang praktis. Jika Anda melakukan budidaya udang galah, maka cara-cara di atas dapat dijadikan referensi supaya kualitas udang galah yang dihasilkan bagus.