Cara Budidaya Timun Hibrida Agar Berbuah Lebat

Cara Budidaya Timun Hibrida Agar Berbuah Lebat

Pada kesempatan kali saya akan memberikan penjelasan mengenai cara budidaya timun hibrida agar berbuah lebat dan kira kira apa yang muncul di benak ataupun dipikiran anda ketika mendengar kata cara budidaya timun hibrida, okey dari pada kamu bingung, lebih baik kamu baca artikel mengenai cara budidaya timun hibrida agar berbuah lebat ini, agar pengetahuan anda bertambah !!!  Selamat Menbaca.



Cara Budidaya Timun Hibrida Agar Berbuah Lebat

Timun atau biasa disebut dengan nama mentimun memiliki nama latin Cucumis latifus. Timun ini masih dalam sejenis kelompok labu-labuan. Timun selain memiliki khasiat untuk kesehatan juga bisa digunakan untuk kecantikan, yaitu digunakan untuk masker wajah.

Timun merupakan sayuran buah yang banyak dimanfaatkan di hampir seluruh daerah di Indonesia. Timun biasanya digunakan untuk membuat acar, rujak, dimasak, dan berbagai keperluan lainnya. Dengan banyaknya pemanfaatan timun ini, membuat banyak orang mencari dan membutuhkan timun.
Meskipun sudah banyak orang yang menanam timun, namun seharusnya dalam proses penanaman atau budidaya timun sendiri harus dilakukan menggunakan cara-cara tersendiri yang nantinya akan mempengaruhi hasil panen timun tersebut. Dengan penanaman timun menggunakan cara yang baik dan benar bisa membuat mentimun Anda berkembang secara maksimal.

Timun dengan jenis hibrida banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Timun ini memiliki kelebihan lebih cepat dalam berbuah, sehingga proses pemanenan dapat cepat untuk dilakukan. Timun hibrida juga tahan akan serangan hama yang banyak terdapat di area perkebunan. Sedangkan untuk kualitas dari timun hibrida cukup baik untuk berada di pasaran, dengan peminatan pasar yang cukup besar pastinya timun hibrida akan laku keras di pasaran.


Cara Budidaya Timun Hibrida Agar Berbuah Lebat


Untuk mengetahui seperti apa cara budidaya timun hibrida yang baik dan benar, maka simaklah beberapa langkah berikut ini.


1. Menyiapkan Benih Timun Hibrida


Dalam menyiapkan Benih untuk tanaman timun hibrida Anda harus melihat kualitas dari benih tersebut. Benih yang berkualitas bagus akan menghasilkan timun hibrida yang bagus dan hasil panen yang maksimal. Pastikan Anda membeli benih timun hibrida di tempat penjualan bahan tani yang terpercaya dan lihat juga masa kadaluarsa dari benih tersebut. Anda harus memperhatikan variasi jenis dari benih timun hibrida tersebut, karena variasi jenis inilah yang nantinya akan mempengaruhi hasil dari timun hibrida yang Anda tanam.

Kemudian lakukanlah penyemaian benih agar hasil timun hibrida yang Anda tanam bisa dipanen secara serempak. Penyemaian benih juga berguna untuk membuat benih tersebut bisa beradaptasi dengan lingkungan, agar benih yang ditanam bisa tumbuh dengan baik dan tidak mati. Cara penyemaian benih bisa dilakukan seperti berikut ini :

a. Rendam benih di dalam air, ambil benih yang mengambang dan buang. Anda hanya perlu menggunakan benih yang tengelam karena benih tersebut memiliki kualitas yang baik.

b. Untuk media tanah Anda perlu mencampurkan tanah halus dan pupuk kandang untuk digunakan.

c. Masukkan tanah yang bertekstur gembur ke dalam polibag.

d. Lubangi polibag pada bagian bawah untuk memperlancar sirkulasi air dan udara untuk tanaman nantinya.

e. Tanam benih ke dalam polibag dan rangsang dengan memberikan air dan dedaunan kering di atasnya.

f. Jika sudah 4 atau 5 hari buka tutup dari polibag, kemudian setelah 2 minggu benih siap untuk ditanam.


2. Menyiapkan Lahan Perkebunan


Untuk menunggu benih siap ditanam, maka Anda perlu untuk menyiapkan lahan untuk penanaman benih nantinya. Penyiapan lahan dengan menyebutkan tanah dengan cara mencangkulnya. Buat bedengan dengan ukuran seperti bedengan biasanya yaitu 1 meter lebar, panjang kira-kira 3 meter atau Anda bisa menyesuaikan bedengan sesuai dengan lahan yang Anda miliki.


Baca Juga : Cara Budidaya Ubi Jalar Dengan Baik Dan Benar


Untuk lebih mudah, Anda bisa menggunakan plastik penutup untuk menutup bedengan yang sudah dibuat, agar tidak ada hama rerumputan yang tumbuh di sekitar tanaman timun nantinya. Lubangi plastik yang sudah dipasang kencang dengan jarak 30 kali 30 cm untuk tiap lubangnya. Gali sedalam 10 hingga 15 cm pada tiap lubang, jangan buang tanah yang diambil dari galian. Masukkan pupuk sebanyak 500 gram atau secukupnya di setiap lubang, biarkan hingga benih sudah siap untuk ditanam.


3. Penanaman Benih Timun Hibrida


Setelah dua minggu atau benih dari timun hibrida telah siap untuk ditanam. Maka lakukanlah langkah penanaman dengan memilih benih yang berkualitas baik untuk ditanam. Buka plastik polibag yang membungkus benih dengan hati-hati kemudian masukkan benih ke dalam lubang yang sudah disiapkan. Tutup lubang tersebut dengan tanah hingga rata, lalu taburkan juga Furadan 3G agar benih terhindar dari serangan hewan pengganggu. Penanaman benih timun hibrida bisa dilakukan pada pagi ataupun siang hari ketika matahari tidak terasa menyengat di kulit, hal ini dilakukan agar benih hibrida tidak mati saat ditanam.


4. Pemasangan Ajir


Setelah tanaman timun hibrida sudah berumur 1 hingga 2 Minggu setelah ditanam. Maka pada saat itu Anda mulai memerlukan ajir untuk melambatnya tanaman timun tersebut. Ajir bisa dibuat dengan bahan dasar bambu kering yang ringan. Bambu tersebut dibentuk seperti huruf v terbalik, pada ujung hingga ujung ajir diberi benang nilon tiap bedengannya. Benang nilon inilah yang nantinya akan berfungsi untuk perlambatan dari tumbuhan timun hibrida.


5. Pemupukan Timun Hibrida


Pemupukan tanaman timun hibrida dilakukan setelah 12 hari penanaman. Pupuk yang diberikan ke tanaman adalah pupuk dengan jenis urea, KCL, ZA, DAP, KNO3, dan SP-36. Untuk dosis yang digunakan 100:100:100:25:100 pada tiap pupuknya dan dilarutkan dalam 10 liter air untuk siap diloncorkan ke lubang tanah pada tanaman timun hibrida. Pemupukan bisa dilakukan dalam kisaran 5 hingga 6 kali pemupukan, yaitu pada hari ke 12, 15, 18, 19, 22, dan 25 setelah timun hibrida ditanam. Lakukan pemupukan dengan baik dan benar agar tumbuhan timun hibrida bisa tumbuh secara maksimal.


6. Perawatan Timun Hibrida


Untuk perawatan Timun hibrida, Anda perlu menyiram tanaman ini pada awal penanaman. Kira-kira 2 kali sehari dalam keadaan cuaca yang kering, namun jika sedang musim penghujan Anda hanya perlu memantau tanaman timun hibrida tersebut. Untuk mengendalikan berbagai macam hama yang mungkin bisa muncul dan merusak tanaman timun hibrida. Hak yang harus Anda lakukan adalah menyemprotkan cairan fungisida atau insektosodan untuk mencegah adanya hama yang menyerang tanaman. Penyemprotan ini, bisa Anda lakukan 3-4 kali selama sekali masa tanam. Atau anda juga bisa menghentikan penyemprotan saat buah dari timun hibrida sudah mulai tampak besar.


7. Pemanenan Hasil Budidaya Timun Hibrida


Untuk memanen hasil tanaman budidaya timun hibrida Anda bisa memangnya dalam kurun waktu 35 hari atau 42 hari setelah penanaman timun dilakukan. Pemanenan tergantung pada jenis dari timun hibrida yang Anda tanam. Jika buah timun hibrida sudah cukup besar, maka segeralah lakukan pemanenan. Cara memanen timun adalah dengan memetik buah timun beserta dengan tangkai atasnya. Pemanenan bisa dilakukan dalam interval waktu 5-6 hari sekali. Jika Anda menaman timun dengan luas lahan 1 hektar, maka timun yang dihasilkan bisa mencapai jumlah 30 ton untuk totalnya. Sangat fantastis bukan? Maka dari itu agar budidaya timun hibrida yang Anda lakukan bisa berhasil. Lakukanlah cara-cara di atas.

Akhir Kata


Demikianlah cara budidaya timun hibrida yang saya sampaikan, semoga teman teman semua dapat terbantu dengan adanya tulisan saya ini, agar teman teman semua dapat membudidayakan timun hibrida ini dan suskses.