Cara Budidaya Daun Bawang Yang Baik Dan Benar

Cara Budidaya Daun Bawang Yang Baik Dan Benar

Pada kesempatan kali saya akan memberikan penjelasan mengenai cara budidaya daun bawang yang baik dan benar dan kira kira apa yang muncul di benak ataupun dipikiran anda ketika mendengar kata cara budidaya daun bawang, okey dari pada kamu bingung, lebih baik kamu baca artikel mengenai cara budidaya daun bawang yang baik dan benar ini, agar pengetahuan anda bertambah !!!  Selamat Menbaca.



Cara Budidaya Daun Bawang Yang Baik Dan Benar

Daun bawang menjadi salah satu sayuran yang sering digunakan untuk keperluan dalam memasak. Daun bawang masih sejenis dengan tanaman sayur yang lainnya. Gizi yang terkandung pada daun bawang ialah ada zat besi, serat yang tinggi, dan kalium. Daun bawang ini baik dikonsumsi bagi orang yang menderita penyakit jantung.

Dengan banyaknya manfaat dan kelebihan yang dimiliki daun bawang membuat daun bawang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Untuk menyediakan daun bawang yang berkualitas baik dan memiliki harga jual yang tinggi, maka diperlukan suatu cara budidaya tanaman daun bawang yang baik dan benar.


Cara Budidaya Daun Bawang Yang Baik Dan Benar


Untuk mengetahui seperti apa dan bagaimana cara budidaya tanaman daun bawang yang baik dan benar, simaklah penjelasan berikut ini.


1. Syarat Tumbuh Tanaman Daun Bawang


Untuk menanam daun bawang lokasi yang dipilih memiliki syarat-syarat tertentu. Hal ini nantinya akan membuat pertumbuhan daun bawang tidak terhambat. Syarat yang pertama adalah iklim dan cuaca yang ada di daerah tersebut.

Daun bawang dapat tumbuh subur di daerah dengan curah hujan 1500 hingga 2000 mm per tahunnya. Daerah tersebut juga harus memiliki suhu di antara 18 hingga 25 derajat celsius saja. Iklim ini nantinya akan sangat mempengaruhi kualitas dari tanaman daun bawang yang Anda tanam.

Syarat yang ke dua adalah jenis tanah yang cocok untuk digunakan sebagai media budidaya daun bawang. Terdapat dua jenis tanah yang bisa Anda gunakan untuk budidaya daun bawang yaitu tanah andosol atau tanah yang sebelumnya sudah pernah terkena letusan gunung berapi dan tanah lempung yang berpasir. Dengan 6,5 hingga 75 kadar ph yang ada di dalam tanah tersebut. Dengan tanah yang subur maka daun bawang yang ditanam akan berkembang dengan baik dan menghasilkan hasil panen yang memuaskan.

Syarat yang ketiga ialah tempat yang biasanya banyak digunakan untuk membunuhkan daun bawang. Di daerah dataran tinggi daun bawang bisa tumbuh dengan baik. Meskipun daun bawang juga bisa tumbuh di daerah dataran rendah, namun di daerah dataran tinggi daun bawang akan bisa berkembang dengan maksimal. Ketinggian tanah untuk daerah yang cocok ditanami daun bawang adalah 250 hingga 1500 mdpl.


2. Pemilihan Bibit Tanaman


Untuk bibit Anda harus memilih bibit tanaman daun bawang yang bagus. Ciri dari bibit daun bawang yang bagus adalah memiliki bau yang segar, tidak layu, baru saja diambil dari tanah, dan harum daun bawang masih alami atau belum tercampur dengan bau bahan makanan yang lainnya.

Jika Anda menggunakan bibit yang berasal dari biji. Maka Anda perlu memperhatikan jika biji yang memiliki kualitas baik akan tenggelam ketika direndam di dalam air. Kemudian bibit biji yang bagus akan untuk tanpa adanya hama atau penyakit yang menyerangnya. Selain itu, tekstur dari biji akan terasa keras dan kuat ketika dipegang. Yang terakhir Anda harus bisa memastikan jika biji tersebut sudah mendapat sertifikat kualitas yang baik dari toko pertanian yang dapat dipercaya.


3. Proses Penyemaian Tanaman


Bibit daun bawang yang Anda miliki harus melewati proses penyemaian. Proses ini berguna untuk membuat daun bawang dapat beradaptasi dengan lingkungan baru di budidaya daun bawang. Selain itu tanaman akan menjadi lebih mudah untuk dikontrol dan dirawat. Penyediaan air untuk tanaman juga akan terpenuhi dengan baik.


Baca Juga : Cara Budidaya Timun Hibrida Agar Berbuah Lebat


Proses penyemaian dimulai dari pencampuran tanah, pupuk kandang, dan humus hingga rata. Tanah tersebut kemudian dimasukkan ke dalam polibag. Bibit daun bawang yang sudah disiapkan ditaburkan ke dalam polibag tersebut. Tutup poibag menggunakan kardus atau benda lainnya dan siram setiap harinya. Jika bibit sudah mulai ditumbuhi tunas buka penutup dan sedikit kenakan bibit dengan sinar matahari. Lakukan pemupukan jika bibit yang disemai kurang subur hingga bibit siap untuk ditanam.


4. Persiapan Lahan Untuk Tanaman


Untuk lahan penanaman budidaya daun bawang bisa dilakukan di dua tempat yaitu di dalam sebuah polibag dan di sebuah halaman pekarangan yang kosong

Untuk penanaman menggunakan polibag yang harus Anda lakukan ialah menyiapkan polibag dengan ukuran 2 atau 3 kg. Isi polibag tersebut dengan tanah dan pupuk menggunakan perbandingan 3:1. Buat lubang di tengah tanah yang ada di polibag untuk menanam bibit daun bawang. Basahi media tersebut dengan air agar sedikit gembur dan letakkan polibag tersebut ditempat yang terkena sinar matahari yang cukup.

Untuk penanaman bibit di pekarangan Anda harus membersihkan pekarangan dari rumput dan hama yang ada di pekarangan tersebut. Kemudian gemburkan tanah pekarangan tersebut dengan mencangkulnya dengan kedalaman 40 cm. Tambahkan pupuk dalam pencampuran agar tanah menjadi subur.

Buat bedengan dengan ukuran 150 cm untuk lebarnya, dengan tinggi 50 cm, buat jarak antara bedengan sejauh 50 cm, dan sesuaikan pembuatan bedengan ini dengan luas dari pekarangan yang Anda miliki. Jika ph yang ada pada tanah kurang dari 6,5 hingga 75 maka lakukan pengapuran terlebih dahulu pada pekarangan tersebut dan tunggu hingga beberapa minggu. Setelah itu Anda bisa melakukan penanaman bibit dengan membuat lubang dengan jarak 40 cm tiap lubangnya.


5. Penanaman Bibit Daun Bawang


Untuk penanaman Anda harus menanam secara hati-hati setiap bibit dari daun bawang yang sudah Anda siapkan. Jangan sampai akar dari bibit yang sudah Anda siapkan rusak. Hal ini dilakukan agar tanaman daun bawang yang Anda tanam bisa cepat beradaptasi dan tumbuh dengan subur.


6. Perawatan Tanaman


Setelah Anda selesai menanam tanaman daun bawang tersebut, Anda perlu melakukan perawatan pada tanaman daun bawang tadi. Perawatan utama yang harus Anda lakukan adalah melakukan penyiraman secara rutin pada tanaman daun bawang, dalam menyiram jangan terlalu berlebihan karena bila media becek maka tanaman akan menjadi cepat busuk.

Perawatan selanjutnya adalah melakukan pembersihan tanah di sekitar tanaman daun bawang dari rumput dan hama yang menggangu pertumbuhan tanaman. Berikan juga pupuk secukupnya bila tanaman daun bawang kurang subur. Jika tanaman terserang hama atau penyakit maka Anda perlu untuk melakukan pemusnahan terhadap gangguan tersebut.


7. Pemanenan Budidaya Daun Bawang


Tahap terakhir yang akan dilakukan pada proses budidaya daun bawang adalah pemanenan hasil dari daun bawang. Tanaman daun bawang sudah bisa dipanen saat tanaman ini sudah berumur 75 hari setelah penanaman. Atau jika tanaman daun bawang sudah banyak, tekstur daun keras, daun sudah berwarna hijau tua, dan Batang bagian bawah daun sudah berwarna kuning, maka tanaman daun bawang tersebut telah siap dipanen.

Untuk memanen daun bawang Anda tinggal memotong pangkal batang dari daun bawang yang sudah tua. Untuk daun bawang yang masih muda Anda biarkan saja agar bisa berkembang menjadi lebih besar.


Akhir Kata


Itulah tadi cara menanam budidaya daun bawang yang baik dan benar dan semoga bisa bermanfaat dan dapat membantu teman teman semua yang ingin memulai menanamnya.