Skip to main content

Manfaat Donor Darah Bagi Kesehatan

Manfaat Donor Darah Bagi Kesehatan


Penyumbangan darah atau yang biasa kita sebut dengan istilah donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela. Darah tersebut nantinya akan disimpan di bank darah untuk digunakan sebagai tranfusi darah bagi orang-orang yang membutuhkan. Seperti yang sudah dijelaskan di awal, kegiatan donor darah merupakan kegiatan yang dilakukan secara sukarela tanpa adanya paksaan dari pihak manapun. Kegiatan donor darah biasanya diadakan pada saat acara amal. Namun tidak hanya pada saat acara amal saja kita bisa menodonorkan darah. Tanpa acara amal sekalipun, kita juga bisa mendonorkan darah untuk orang-orang yang sedang membutuhkan.


Syarat untuk Menjadi Pendonor Darah


Meskipun dilakukan secara sukarela, tidak semua orang dapat menjadi pendonor darah. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi jika ingin menjadi pendonor darah. Berikut adalah beberapa syarat yang harus dipenuhi jika ingin menjadi pendonor darah.


Umur Minimal 17 Tahun

Umur minimal 17 tahun merupakan syarat utama yang harus dipenuhi jika ingin menjadi pendonor darah. Mengapa harus 17 tahun? Sebab, umur 17 tahun merupakan umur yang sudah dapat dikatakan produktif untuk mendonorkan darah. Sel-sel darah merah dan putih yang ada pada tubuh sudah terikat dengan sangat kuat. Sangat berbeda sekali tentunya dengan orang-orang yang masih berusia di bawah 17 tahun. Sel-sel darah merah dan putih mereka belum begitu kuat. Sehingga jika dipaksakan untuk melakukan donor darah, dikhawatirkan akan membuat sang pendonor darah sakit.


Berat Badan Minimal 45 Kg

45kg merupakan berat badan minimal yang ideal untuk menjadi pendonor darah. Atau jika disebutkan secara istilah tidak terlalu kurus. Rata-rata, orang yang memiliki berat badan 45kg memiliki darah yang sangat cukup untuk disumbangkan melalui donor darah.


Sehat Walafiat dan Sedang Tidak Terjangkit Penyakit Apapun

Untuk bisa mendonorkan darah, kondisi tubuh anda harus sehat walafiat dan sedang tidak terjangkit penyakit apapun. Karena jika sampai kondisi anda sedang tidak sehat walafiat dan anda sedang terjangkit suatu penyakit, dikhawatirkan akan sangat membahayakan diri anda dan darah yang anda donorkan juga akan sangat berbahaya bagi para penerimanya.



Baca Juga : Asam Mefanamat - Efek Samping Dosis dan Cara Mengomsumsi



Frekuensi Donor Darah Maksimal 5 Kali Setahun

Donor darah juga tidak boleh dilakukan terlalu sering. Anda juga harus mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh PMI, yaitu maksimal 5 kali dalam setahun. Hal ini dilakukan agar stok darah dalam tubuh tetap stabil. Karena jika donor darah dilakukan lebih dari 5 kali dalam setahun, sang pendonor darah dikhawatirkan akan berpotensi terkena penyakit seperti leukemia dan yang lain sebagainya. Maka dari itu sangat dianjurkan untuk mendonorkan darah maksimal 5 kali dalam setahun.


Manfaat Donor Darah Bagi Kesehatan


Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya bahwa darah merupakan salah satu komponen terpenting dalam tubuh manusia. Meskipun darah merupakan komponen terpenting dalam tubuh manusia, bukan berarti anda tidak boleh mendonorkan darah anda untuk orang lain. Karena keputusan anda untuk menyumbangkan darah melalui donor darah dapat menyelamatkan satu kehidupan atau bahkan beberapa nyawa sekaligus. Menurut data yang diambil dari organisasi kesehatan dunia (WHO), kebutuhan darah di Indonesia per tahunnya mencapai 5,1 juta kantong darah. Sementara yang terpenuhi hanya sekitar 4,2 juta kantong darah saja. Hal tersebut tentunya mengakibatkan banyak rumah sakit masih sering sekali kekurangan darah untuk didonorkan kepada orang-orang yang membutuhkan. Kurangnya ketersediaan darah diakibatkan karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darahnya. Padahal manfaat donor darah tidak hanya dirasakan oleh penerima donor saja, melainkan juga si pendonor. Beberapa dokter spesialis darah juga mengemukakan bahwa ada banyak sekali manfaat donor darah bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa manfaat donor darah bagi kesehatan.


Penurunan Resiko Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Salah satu manfaat donor darah bagi kesehatan yaitu penurunan resiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Para dokter percaya bahwa kegiatan donor darah yang dilakukan secara rutin dapat menurunkan kekentalan darah. Kekentalan darah merupakan salah satu penyebab utama peningkatan resiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah. Semakin kental darah yang mengalir dalam tubuh, maka semakin tinggi pula tingkat terjadinya gesekan antara darah dan pembuluh darah. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya sumbatan pada pembuluh darah dan juga jantung. Maka dari itu, donor darah sangat bermanfaat bagi kesehatan karena menurunkan resiko terkena penyakit jantung dan juga pembuluh darah.


Menurunkan Resiko Terkena Kanker

Donor darah juga bermanfaat menurunkan resiko terkena kanker. Kadar zat besi dalam darah yang terlalu berlebihan merupakan pemicu utama terjadinya kanker. Sebuah penelitian juga menunjukkan fakta bahwa orang-orang yang mendonorkan darahnya secara rutin dapat membuat zat besi dalam darah menjadi stabil. Jika zat besi dalam darah sudah stabil, resiko terkena kanker akan sangat sulit didapati. Itulah alasan mengapa para dokter banyak menganjurkan orang-orang untuk mendonorkan darahnya secara rutin.



Baca Juga : Cara Diet Pisang Yang Benar Dan Bikin Cepat Langsing



Membantu Menurunkan Berat Badan

Bagi anda yang ingin menurunkan berat badan, maka sangat disarankan sekali untuk mendonorkan darah secara rutin. Cara ini terbukti sangat efektif dibandingkan dengan harus diet dan juga berolahraga. Donor darah dapat membakar 640 kalori saat seseorang memberikan 450 ml darahnya. Namun donor darah tidak bisa dijadikan sebagai pilihan program penurunan berat badan. Anda juga harus tetap menerapkan pola hidup sehat dengan selalu memperhatikan asupan makanan untuk memiliki berat badan yang ideal.


Cara Donor Darah


Donor darah juga tidak sembarangan dilakukan. Ada tata cara yang harus dipatuhi. Bagi anda yang belum tahu, berikut adalah beberapa cara donor darah.

Jika sebelumnya anda sudah pernah mendonorkan darah, anda harus memberikan kartu donor anda kepada petugas tranfusi yang sedang bertugas. Namun sebaliknya jika anda belum pernah mendonorkan darah, silahkan langsung melapor ke petugas tranfusi darah untuk dibuatkan kartu donor.

Setelah menyerahkan kartu donor, selanjutnya anda harus menimbang berat badan anda terlebih dahulu. Sesuai dengan syarat atau tidak, yakni 45kg. Jika sudah sesuai, golongan darah anda juga akan di cek untuk megukur kadar haemoglobil (HB).

Setelah memenuhi syarat untuk menjadi pendonor darah, selanjutnya anda dipersilahkan tidur untuk mengecek kadar kesehatan anda oleh dokter tranfusi.

Jika semuanya sudah aman, anda akan diarahkan menuju kantin donor guna menikmati hidangan ringan berupa kopi, susu, terlur dan juga vitamin.

Setelah menikmati hidangan di kantin donor, selanjutnya anda dapat langsung mendonorkan darah sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Setelah selesai mendonorkan darah, anda diperbolehkan untuk pulang dan dapat kembali lagi untuk mendonorkan darah setelah 75 hari atau sekitar 2,5 bulan.


Efek Samping Donor Darah


Meskipun memberikan manfaat yang cukup banyak bagi kesehatan, namun tetap saja donor darah memiliki efek samping. Berikut beberapa efek samping yang sering terjadi setelah mendonorkan darah.

Pusing

Kesemutan di Bibir dan Hidung

Menggigil

Namun efek samping tersebut hanya terjadi dalam jangka pendek saja. Setelah anda tidur dan bangun kembali, efek samping tersebut akan hilang dengan sendirinya. Semoga dengan membaca artikel ini, kesadaran anda untuk mendonorkan darah semakin meningkat. Dengan mendonorkan darah, itu artinya anda sudah ikut menyelamatkan hidup orang lain. Semoga bermanfaat!