23 Makanan Penambah Darah Paling Ampuh Yang Wajib Kamu Ketahui

23 Makanan Penambah Darah Paling Ampuh Yang Wajib Kamu Ketahui

Makanan Penambah Darah Paling Ampuh


Darah adalah salah satu komponen penting dalam tubuh dan juga, kandungan darah dalam tubuh harus tetap seimbang. Apabila kandungan darah terlampau banyak, bisa mengakibatkan penyakit darah tinggi. Namun juga tak bisa terlalu sedikit karena akan mengakibatkan beberapa penyakit seperti anemia. Oleh sebab itu, diperlukan makanan penambah darah.



Sel darah merah atau hemoglobin berperan penting buat kesehatan tubuh. Hal semacam ini terjadi karena darah yang adalah mengangkut zat makanan serta oksigen. Jika kekurangan darah, dapat menyebabkan penyakit anemia yang tanda-tanda awalnya seperti lesu, lemah, dan lelah. Berikut ini adalah penjelasan tentang makanan penambah darah.


Faktor Penyebab Terjadinya Kekurangan Darah



#1. Kurang Asupan Nutrisi


Jika Anda mengonsumsi makanan yang rendah zat besi, vitamin B-12, dan folat secara terus  menerus, maka Anda akan berisiko mengalami anemia.

#2. Riwayat Keluarga


Jika anda memliki keluarga yang terserang atapun terkena anemia yang diturunkan secara turun temurun seperti anemia sel sabit, potensi Anda untuk terkena penyakit tersebut pun ikut tinggi.


#3. Usia

Semakin bertambahnya usia, maka Anda pun akan semakin berisiko terkena penyakit anemia. Jenis anemia yang paling sering dialami lansia biasanya adalah anemia karena kekurangan vitamin B12 dan asam folat.

#4. Gangguan pada Usus

Mempunyai gangguan usus dapat memengaruhi penyerapan nutrisi di usus kecil (seperti penyakit Celiac dan penyakit Crohn) serta membuat Anda berisiko anemia.

#5. Efek Pasca Operasi

Pernah melakukan operasi pengangkatan atau operasi yang berkaitan dengan sistem pencernaan seperti operasi lambung dan usus dapat memengaruhi penyerapan nutrisi sehingga dapat menyebabkan Anda berisiko mengalami kekurangan gizi dan penyakit anemia.

#6. Menstruasi

Secara umum, perempuan yang belum mengalami masa menopause memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia atau kekurangan zat besi daripada laki-laki dan wanita yang sudah mengalami menopause. Hal itu disebabkan karena menstruasi menyebabkan hilangnya sebagian sel darah merah.

#7. Kehamilan

Jika sedang mengalami masa kehamilan, Anda lebih berisiko mengalami penyakit anemia kekurangan zat besi. Karena selama hamil, kebutuhan zat besi Anda akan meningkat untuk membantu meningkatkan volume darah dan juga menjadi sumber hemoglobin untuk bayi agar dapat tumbuh dan berkembang.

#8. Kondisi Kronis

Jika Anda memiliki riwayat penyakit kanker, ginjal atau gagal hati, maupun kondisi kronis lainnya, maka Anda akan berisiko lebih tinggi mengalami anemia karena penyakit kronis.

#9. Faktor-Faktor Lain

Riwayat infeksi tertentu, memiliki penyakit darah serta gangguan sistem kekebalan tubuh, pecandu alkohol (alkoholisme), paparan bahan kimia beracun, ataupun penggunaan beberapa obat-obatan tertentu juga dapat mempengaruhi produksi sel darah merah dan menyebabkan penyakit anemia.


Zat yang Membantu Menambah Darah


1. Zat Besi
Kekurangan zat besi dapat memicu terjadinya anemia atau kurang darah. Maka, Anda perlu mengonsumsi makanan yang kaya dengan zat besi. Zat besi sendiri memiliki dua bentuk yakni zat besi heme dan zat besi non-heme.

Zat besi heme dapat Anda temukan pada makanan hewani seperti daging unggas, daging merah (daging sapi atau kambing), jeroan (ati dan ampela), ikan serta kerang-kerangan. Sementara zat besi non-heme dapat Anda temukan pada makanan nabati, seperti sayuran berdaun hijau, biji-bijian, kacang-kacangan, dan buah-buahan.

2. Zat Tembaga
Zat tembaga merupakan salah satu mineral yang dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan produksi sel darah merah. Makanan penambah darah yang kaya akan zat tembaga antara lain: gandum utuh, kacang-kacangan, daging unggas seperti ayam dan bebek, makanan laut seperti udang dan kepiting, buah ceri, dan juga cokelat.

3. Asam Folat
Asam folat atau vitamin B9 dapat membantu meningkatkan jumlah sel darah merah dalam tubuh. Kekurangan asam folat berisiko menyebabkan anemia. Makanan penambah darah yang memiliki kandungan asam folat tinggi adalah seperti kacang polong, kacang merah, kacang hijau, serta sayuran hijau seperti bayam dan brokoli.


Baca Juga : Cara Menghilangkan Kebiasaan Begadang


4. Vitamin B12
Jenis vitamin B kompleks mampu membantu meningkatkan fungsi sumsum tulang untuk membentuk sel darah merah. Karena itulah, sebabnya Anda dapat menjadikan vitamin ini sebagai makanan penambah darah.

Anda dapat mendapatkan vitamin B12 dengan mengonsumsi beragam jenis makanan, seperti ati sapi, ikan, daging merah, telur, susu dan produk olahannya, serta sereal. Vitamin B12 jarang ditemukan pada sayur atau buah-buahan, maka bagi Anda yang menjalani pola makan vegetarian atau vegan lebih riskan untuk mengalami kekurangan vitamin B12.

5. Vitamin B6
Mirip seperti vitamin B12, vitamin B6 juga dapat membantu pembentukan sel darah merah bagi Anda yang mengalami kekurangan darah atau anemia. Untuk meningkatkan kadar vitamin B6 dalam darah, cobalah untuk mengonsumsi makanan seperti nasi, gandum, sereal, dan kacang-kacangan. Daging sapi, kambing, domba, dan ayam juga daging yang kaya akan vitamin B6.


Daftar Makanan Penambah Darah


1. Kurma
Buah yang sering dijadikan oleh-oleh saat Ramadhan ini ternyata mempunyai kandungan zat besi yang cukup tinggi untuk menambah jumlah sel darah merah. Kelebihan lain mengonsumsi kurma antara lain adalah karena rendah kolesterol, mengandung vitamin B6, riboflavin, niasin, serta berbagai mineral lain yang membantu melancarkan proses metabolisme.

Namun jika Anda memiliki diabetes disarankan untuk menghindari konsumsi kurma yang berlebihan.

2. Semangka
Buah berwarna merah yang menyegarkan ini kandungannya terdiri dari 90% air. Kandungan yang dikandungnya adalah vitamin A, B6, dan C serta antioksidan selain zat besi. Kandungan vitamin C yang cukup tinggi juga membantu proses penyerapan zat besi menjadi lebih cepat. Jumlah air yang banyak menambah jumlah cairan dalam tubuh Anda.

3. Jambu Biji
Buah ini sering digunakan dalam proses pengobatan penyakit demam berdarah. Karena berbagai kandungan di dalamnya terbukti mampu menambah darah. Selain kandungan zat besi yang tinggi, jambu biji juga mempunyai berbagai vitamin seperti A, B dan C. Jambu biji memiliki daging yang buahnya bisa berwarna putih atau merah.

Jika memungkinkan pilihlah yang berwarna merah karena lebih berair serta lebih banyak mengandung vitamin C. Namun yang berwarna putih pun sudah cukup berkhasiat juga.

4. Mangga
Buah yang sering menjadi teman rujak ini  ternyata mengandung mineral seperti mangan, seng, magnesium, kalsium, tembaga dapat membantu menambah jumlah sel darah Anda. Selain itu juga memiliki banyak anti-oksidan serta membantu menyehatkan pencernaan.

Mangga muda dan yang masak tidak memiliki perbedaan berarti dalam kandungannya, namun Anda yang memiliki lambung sensitif perlu menghindari mangga muda karena memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi.

5. Aprikot Kering
Buah yang satu ini dapat Anda temukan di supermarket terdekat di kota Anda. Buah manis yang sering diolah menjadi buah kering ini memang memiliki harga cukup mahal, namun manfaat yang dimilikinya juga tidak kalah banyak dengan buah lainnya. Aprikot kaya akan serat dan potasium serta zat besi yang tinggi. Bila Anda ingin menyimpan buah ini dalam jangka waktu yang lama, maka sebaiknya belilah yang sudah dikeringkan.

6. Kismis
Kismis sebenarnya adalah anggur yang telah dikeringkan. Kismis atau anggur mempunyai kandungan zat besi paling banyak diantara buah lainnya. Anggur juga terkenal tinggi dengan kandungan vitamin K dan vitamin C, dan relatif murah serta mudah untuk ditemukan. Jika sulit mencari kismis, Anda dapat mengonsumsi anggur dan mendapatkan manfaat yang sama.

7. Tomat
Dibalik warna merah dan rasa yang segar, tomat juga mengandung zat besi dan vitamin C untuk membantu proses penyerapan zat besi. Tomat tersedia dalam berbagai bentuk, namun disarankan untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi tomat kalengan karena sering mengandung gula dan garam yang cukup tinggi. Pilihlah tomat yang segar atau yang telah dikeringkan untuk mendapat nutrisi yang maksimal.

8. Daging Merah
Pada kadar yang aman, daging merah memiliki kandungan zat besi yang cepat diserap oleh tubuh. Namun tentu saja perlu berhati-hati dengan lemak yang berlebih. Pilihlah daging dengan lemak sedikit, dan hindari gajih serta jeroan. Daging yang dimasak dengan dipanggang juga lebih sehat dibandingkan dengan yang digoreng.

9. Olahan Gandum
Roti, sereal, dan pasta yang terbuat dari gandum utuh mempunyai kandungan zat besi yang cukup tinggi. Gandum utuh juga mempunyai kandungan serat yang tinggi, sehingga cocok bagi Anda yang sedang melakukan diet.  Jika Anda membuat sereal, usahakan untuk menyeimbangkan dengan berbagai macam buah. Jika mungkin, gunakan susu yang rendah lemak.

10. Olahan Kedelai
Kacang ini memiliki berbagai hasil olahan yang sudah akrab dengan orang Indonesia. Tempe, tahu, hingga susu kedelai semuanya mempunyai manfaat yang sama untuk menjaga tingkat sel darah merah Anda. Tempe goreng memang enak, namun akan lebih baik lagi jika lebih sering mengonsumsi tempe atau tahu yang diolah dengan cara direbus.

Susu kedelai juga bagus, namun berhati-hati jika mencicipi rasa susu yang terlalu manis. Konsumsilah yang tidak mengandung tambahan rasa atau pemanis.

11. Makanan Laut
Makanan laut dikenal mengandung omega 3 serta protein tinggi dan zat besi. Ikan, udang, kerang-kerangan semuanya memiliki kandungan itu. Tiram mempunyai kandungan zat besi yang paling tinggi, dalam satu buah tiram berukuran sedang sudah cukup untuk kebutuhan zat besi harian Anda. Untuk Anda yang tidak bisa mengonsumsi banyak garam, perhatikan juga beberapa jenis makanan laut karena kandungan kadar garam yang tinggi.

12. Bayam
Bayam sering kali hanya dibuat sayur bening saja. Padahal kandungan gizinya cukup lengkap, dari mulai serat, protein nabati, kalsium, vitamin A bahkan vitamin E. Tambahkanlah bayam ke dalam variasi menu harian Anda, cobalah untuk menggunakan bayam secara kreatif di dalam berbagai masakan. Bayam berharga murah dan sangat bermanfaat untuk kesehatan.

13. Hati
Hati ternyata juga mempunyai kandungan zat besi yang cukup tinggi. Masyarakat telah mengenal manfaat hati atau yang juga sering disebut ati ini. Hati sapi mempunyai kandungan yang lebih tinggi dibandingkan ayam, sekitar 5 mg setiap potongnya. Tetapi tetap ingat untuk mengkonsumsi sesuai dengan kebutuhan, karena hati sapi mengandung kolesterol yang tinggi.

14. Kuning Telur
Kuning telur dalam setengah cangkirnya memiliki kandungan 3 miligram zat besi.  Selain itu juga mempunyai kandungan vitamin A yang tinggi. Menurut beberapa penelitian, telur yang dihasilkan dari ayam yang diternak secara bebas di alam mempunyai kandungan zat besi 3 hingga 4 kali lebih banyak daripada yang diternak dalam ruangan. Karena itu jangan lupa membaca label keterangan saat membeli telur di supermarket.

15. Cokelat
Siapa sangka jika makanan kesukaan banyak orang ini ternyata kaya akan zat besi? Cokelat mengandung sebanyak 17mg zat besi dalam setiap 100g-nya. Dari banyak pilihan coklat, akan lebih baik mengonsumsi dark chocolate atau cokelat pahit karena selain lebih sehat dan juga tidak terlalu banyak mengandung lemak seperti cokelat susu atau cokelat manis.

16. Jagung 
Jagung juga memiliki kandungan yang kaya zat besi dan tembaga. Jagung menjadi sumber yang baik untuk vitamin C dan vitamin A.

17. Daun Singkong
Daun singkong adalah salah satu tanaman yang mempunyai kandungan gizi cukup komplit. Oleh karena itu, banyak yang memakai daun singkong sebagai salah satu bahan dasar pembuatan bermacam makanan serta dalam pemakaiannya dapat dimanfaatkan untuk menambah darah. Daun singkong memiliki kandungan diantaranya : zat besi, protein, fosfor, vitamin C, vitamin B1, kalsium, lemak, serta karbohidrat.

18. Jeruk
Rasa asam manis pada jeruk yang berarti kandungan vitamin C di dalamnya termasuk sangat tinggi. Satu diantara manfaat vitamin C yaitu bisa membantu untuk memperlancar peredaran darah dan kandungan zat besi yang terdapat didalamnya dapat membantu pembentukan sel darah merah.

19. Alpukat
Buah alpukat memiliki kandungan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh yang juga kaya kandungan zat besi. Alpukat juga pas untuk dikonsumsi pasien penderita darah rendah. Alpukat merupakan sumber lemak tidak jenuh yang karenanya alpukat aman dikonsumsi bagi tubuh.

20. Melon
Melon mempunyai kandungan air sebesar 90% yang bisa memberikan rasa segar serta menenangkan di perut waktu konsumsinya. Melon juga memiliki kandungan vitamin A yangg tinggi. Vitamin A menambah kemampuan zat besi untuk produksi hemoglobin.

21. Apel
Buah apel adalah satu contoh diantara makanan penambah darah. Hal semacam ini disebabkan karena buah apel memiliki kandungan vitamin yang cukup komplit dan kaya kandungan zat besi. Zat besi berguna untuk menambah hemoglobin dalam darah, sehingga apel baik sebagai pilihan bagi yang mengalami kurang darah.

22. Sayuran
Tak semua sayuran dapat menangani anemia atau kekurangan darah merah. Sayuran penambah darah contohnya seperti : ubi, kacang polong hijau, kol, bayam, kacang merah, lobak, sawi, brokoli, serta kentang. Dari sayuran-sayuran itu, ubi adalah sayuran paling baik untuk meningkatkan jumlah sel darah merah. Ubi mempunyai kandungan zat besi yang berguna untuk mengaktifkan sel darah merah serta menambah kandungan oksigen dalam darah.

23. Kacang Almond
Sebagian jenis kacang dapat menangani kekurangan darah, terutama jenis kacang almond. Mengonsumsi 1 ons kacang almond tiap-tiap hari bisa menambah 6% zat besi dalam tubuh. Harga kacang almond relatif lebih murah dibandingkan dengan kacang jenis yang lain.


Makanan Penambah Darah Berupa Obat

Dalam beberapa kasus, memenuhi asupan makanan penambah darah belum cukup untuk meningkatkan produksi sel darah merah. Jika sudah begini, obat penambah darah diperlukan untuk mencegah terjadinya anemia atau kurang darah.

Biasanya obat penambah darah berwujud suplemen makanan. Meski tergolong suplemen, obat penambah darah tetap harus diminum sesuai aturan pakai dan dosis yang tepat. Terlebih lagi, jangan sampai sembarangan minum suplemen penambah  darah jikalau Anda tidak benar-benar memerlukannya.

Sebelum mengonsumsi obat penambah darah berbentuk suplemen, dianjurkan untuk terlebih dahulu berkonsultasi ke dokter atau ahli gizi guna memastikan apakah Anda benar-benar membutuhkannya atau tidak. Tergantung penyebabnya, suplemen yang biasa dipakai untuk mengatasi kekurangan darah adalah suplemen zat besi, vitamin B12, asam folat, atau vitamin dan mineral lainnya.


Dokter mungkin akan meresepkan Anda beberapa obat penambah darah lainnya, seperti:

1. Kortikosteroid atau obat lain yang menekan sistem imun tubuh.

2. Erythropoietin, obat yang menyebabkan sumsum tulang Anda memproduksi lebih banyak sel darah.

Apabila obat-obatan tersebut tidak membuat kondisi Anda lebih baik, transfusi darah mungkin menjadi solusi terbaik guna meningkatkan asupan darah merah Anda.