11 Cara Mandi Wajib Dengan Benar Dan Mudah

11 Cara Mandi Wajib Dengan Benar Dan Mudah

Cara Mandi Wajib


Mandi, dalam bahasa Arab disebut ghusl. Mandi dilakukan untuk membersihkan dari segala kotoran yang melekat. Dalam Islam, ada yang dinamakan dengan mandi wajib, yaitu mandi untuk membersihkan diri dari hadas besar atau pada saat tertentu. Apa yang membedakan dengan mandi pada umumnya? Yang membedakanya adalah niat. Berikut uraian dan cara mandi wajib (ghusl)

Mandi wajib atau yang dikenal sebagai mandi besar, atau mandi junub, merupakan perintah Allah yang pelaksanaannya tercantum di dalam QS. Al – Maidah : 6, dan QS. An – Nisa : 43. Mandi wajib ini dilaksanakan setelah anda selesai hadas besar. Maka, selama belum dilakukan, anda tidak diperbolehkan untuk mengerjakan ibadah – ibadah lainnya.

Ibadah – ibadah lain yang dimaksudkan adalah sholat atau berpuasa wajib dan sunnah, memegang atau membaca Al – Qur’an, i’tikaf, tawaf, serta dilarang untuk ditalak atau pun dicerai. Manfaat yang didapat ketika melaksanakan mandi wajib yaitu kembalinya kesegaran, dan keceriaan. Hilangnya rasa ragu, bersalah, dan takut, yang ada hanya ketenangan dan percaya diri untuk melakukan ibadah.

Rukun

Mandi wajib (ghusl) dalam pelaksanaannya memiliki rukun. Rukun adalah sesuatu yang dilakukan, apabila tidak, maka ibadah yang dilakukan menjadi tidak sah, dan harus diulangi lagi. Hal ini yang menjadikan mandi wajib berbeda dengan mandi pada umumnya. Rukun mandi wajib ada dua, yaitu pertama niat, dan yang kedua, mengalirkan air ke seluruh tubuh anda.

Lalu bagaimana kalau tidak ada air? Anda dapat menggunakan tanah bersih atau debu, kemudian ratakan ke seluruh bagian wajah dan tangan, layaknya seperti anda tayamum. Hal tersebut untuk situasi tertentu, untuk menangguhkan sementara, agar anda dapat melaksanakan ibadah lainnya.Tetapi, ketika anda sudah menemukan air bersih, anda harus melanjutkannya dengan melaksanakan mandi wajib (ghusl).

Hukum  

Mandi wajib harus dilakukan ketika dalam keadaan hadas besar. Hadas besar terjadi ketika keluar air mani, keluar darah haid atau nifas, ketika meninggal dunia karena bukan syahid. Jenazah mandi wajib dengan dibantu orang lain dalam pengerjaannya, dan hukumnya menjadi fardhu kifayah yang berarti apabila sudah ada yang melakukan, makan gugur kewajiban mukmin yang lain.


Baca Juga : Kumpulan Kata Kata Bijak, Mutiara, Cinta, Motivasi, Romantis Dan Lucu


Lalu ketika anda berhubungan suami istri, baik dengan keluar atau tidaknya mani. Kemudian ada sebab yang tidak diharuskan untuk mandi wajib, namun pelaksanaannya disukai, atau berubah hukumnya menjadi sunnah. Sebab yang dimaksud antara lain sebelum melaksanakan sholat Jum’at, setelah memandikan jenazah, sebelum shalat Idul Fitri, sebelum berangkat haji, dan setelah mengucapkan dua kalimat syahadat bagi anda yang pertama masuk Islam (muallaf).

Cara Mandi Wajib Dengan Benar Dan Mudah

Ingatlah rukun kedua dalam mandi wajib, yaitu mengalirkan air ke seluruh bagian tubuh, jadi bagi anda yang memakai kutek, berkuku panjang, atau bertubuh gemuk, hal ini mohon diperhatikan. Karena mandi wajib yang anda lakukan akan menjadi tidak sah dan perlu diulangi lagi apabila air tidak secara menyeluruh mengenai tubuh anda. Lakukan mandi wajib dengan langkah – langkah sebagai berikut:

1. Niat. Niat mandi wajib disesuaikan karena sebabnya, misal, mandi wajib sebab telah selesai haid, maka niatkanlah mandi wajib karena sudah selesai haid, begitu pun dengan sebab yang lainnya. Apabila anda tidak hafal dengan niat mandi wajib yang berbahasa Bahasa Arab, anda dapat menggunakan niat dengan Bahasa Indonesia.

2. Basuh kedua tangan, utamakan bagian kanan terlebih dahulu. dilanjutkan dengan bagian kiri. Masing – masing dibasuh sebanyak tiga kali.

3. Basuh bagian kemaluan anda sebanyak tiga kali dengan tangan kiri anda. Bersihkan sampai bersih. Hilangkan sisa - sisa cairan yang mengering.

4. Cuci kembali tangan anda, sebanyak tiga kali, kalau perlu gunakan sabun.

5. Berwudhu. Ada dua pendapat, namun agar sempurna mandi wajibnya, maka berwudhulah, apabila tidak berwudhu pun mandi wajib tetap sah. Saat berwudhu pun, dilakukan wudhu secara sempurna sampai membasuh kaki tidak apa – apa, namun apabila hanya sampai membasuh kepala pun tidak masalah, karena di akhir mandi wajib, Rasulullah  SAW mengajarkan untuk mencuci kaki.

6. Menyiramkan air ke kepala anda secara keseluruhan dengan dibantu jari – jari tangan anda untuk menyela – nyela rambut. Hal tersebut dilakukan agar air yang mengalir mengenai sampai kulit kepala anda. Lakukan sebanyak tiga kali, sampai seluruh kulit kepala dan rambut anda basah terkena air.

7. Kemudian dilanjutkan dengan menyiramkan air ke seluruh bagian tubuh anda. dimulai dari tubuh bagian kanan, sebanyak tiga kali, kemudian hal yang sama dilakukan pada bagian tubuh sebelah kiri.. Bersihkan lipatan – lipatan dan sela – sela yang ada di tubuh anda, seperti lipatan pada siku, lutut, ketiak, dan sebagainya. Pastikan semua basah terkena air.

8. Setelah itu, barulah gunakan sabun, sampo, dan pembersih lainnya agar tubuh menjadi lebih bersih, menghilangkan debu dan minyak yang melekat, hingga aroma tidak sedap pada tubuh. Lalu bilas kembali dengan air.

9. Rasulullah SAW mencontohkan bergeser dari posisi semula, kemudian mencuci kedua kaki, hingga ke sela – sela jari kaki.

10. Cara mandi wajib (ghusl) selanjutnya adalah keringkan air pada tubuh dengan handuk atau kain bersih.

11. Berwudhu kembali. Ada dua pendapat mengenai hal ini. Pertama, apabila sebelum mandi wajib anda sudah berwudhu, maka tidak berwudhu lagi tidak apa – apa. Namun sebaliknya, apabila anda belum berwudhu sebelum mandi wajib, maka untuk melakukan ibadah lainnya seperti sholat, maka anda harus berwudhu terlebih dahulu.