Skip to main content

Cara Memanjat Tembok Dengan Benar


Memanjat tembok merupakan suatu aktivitas yang memicu adrenalin. Mesikupun tergolong berbahaya, aktivitas tersebut semakin banyak dilakukan sebagian orang dewasa ini. Agar keamanan terjamin terdapat beberapa tips dan cara memanjat tembok. Ketika memanjat tembok juga membutuhkan peralatan-peralatan khusus agar tidak mudah terjatuh.

Cara Memanjat Tembok

Salah satu hal yang menyebabkan memanjat tembok semakin digemari adalah karena memanjat tembok dapat menghilangkan stres dan menghilangkan kebosanan. Hal tersebut telah diteliti oleh beberapa ilmuwan sehingga teruji kebenarannya. Bagi sebagian orang memanjat tembok juga menimbulkan kepuasan tersendiri ketika berhasil melakukannya.

Saat ini, memanjat tembok telah dianggap sebagai salah satu jenis olahraga. Hal itu karena memanjat tembok merupakan aktivitas fisik yang dapat membentuk otot tubuh. Meskipun sering dianggap sepele dan tidak penting, memanjat tembok ternyata juga membutuhkan keterampilan khusus yang tentunya tidak mudah. Untuk dapat melakukannya harus mempelajari terlebih dahulu bagaimana cara memanjat tembok yang benar dan aman.


Cara Memanjat Tembok



1. Memanjat dengan jari


a. Sebelum mulai memanjat, Anda harus memeriksa kondisi tembok terlebih dahulu. Apabila ingin memanjat dengan menggunakan jari, pastikan tembok yang akan Anda panjat tidak rata memiliki celah-celah sebagai tempat pegangan jari. Akan tetapi, jika tembok yang akan Anda panjat rata dan tidak terdapat celah, gunakan peralatan khusus, jangan menggunakan jari.

Memanjat tembok yang rata dengan menggunakan jari dapat membahayakan tubuh Anda. Cara memanjat tembok dengan menggunakan jari adalah dengan memasukkan jari-jari ke dalam celah tembok. Lalu, gunakan jari Anda sebagai penopang tubuh. Anda dapat menarik salah satu tangan Anda dan letakkan di celah yang lain apabila ingin berpindah tempat.

b. Pilih sepatu yang tepat. Sebelum memanjat tembok, pastikan Anda menggunakan sepatu yang tepat. Sepatu yang digunakan untuk memanjat tembok adalah sepatu yang memiliki sisi sol yang tajam. Sepatu dapat digunakan sebagai penopang tubuh ketika akan berpindah posisi, karena salah satu tangan akan mencari celah lain sebagai penopang.

c. Pilih celah yang kuat. Ketika akan menempatkan jari di celah-celah tembok, periksa dahulu kekuatan tembok tersebut dengan menggoyang-goyangkannya. Apabila celah tersebut rapuh, pilihlah celah yang lain. setelah menemukan celah yang kuat, tarik tubuh ke atas sehingga sejajar dengan tembok yang di panjat.


Baca Juga : Rahasia Memanjangkan Rambut dalam Seminggu


d. Lakukan hal yang sama ketika akan memanjat, cari lagi celah terdekat di atas celah yang Anda gunakan saat ini. Jangan lupa untuk memeriksa kekuatan celah tersebut.

e. Letakkan sepatu pada celah yang kuat. Selain jari, yang digunakan sebagai penopang saat memanjat tembok adalah sepatu,. Maka dari itu, letak sepatu juga menjadi penentu ketika memanjat tembok. Tekuk kaki ketika akan mulai memanjat ke atas.

f. Ketika telah mencapai langkah atas, tarik tubuh hingga mencapai lapisan luar tembok. Kedua tangan juga sejajar dengan bahu. Kemudian tekuk kaki untuk mempermudah tubuh naik ke atas.


2. Memanjat tembok dengan pengait besi 


a. Pastikan Anda menggunakan tali yang kuat.

b. Pastikan pengait besi telah terpasang pada tali, jika belum terpasang Anda dapat memasangnya terlebih dahulu. Uraikan tali dan gulung tali tersebut menjadi simpul yang longgar. Pastikan Anda juga memeriksa panjang tali. Panjang tali yang benar adalah yang panjangnya sama dengan ketinggian tembok.

c. Buatlah beberapa ikatan simpul pada tali tersebut. Buat ikatan simpul dengan jarak sepanjang tiga puluh sentimeter pada tali. Pastikan Anda membuat ikatan simpul yang kuat, karena ikatan simpul itulah yang akan menjadi pegangan Anda. Apabila ikatan simpul kurang kuat akan membahayakan keselamatan Anda.

d. Ayunkan pengait yang terpasang pada tali. Lalu lemparkan ke atas hingga mengenai bagian paling atas tembok. Gantungkan pengait di atas tembok tersebut. Pastikan Anda menggantungkan pengait dengan kuat.

e. Sebelum memulai memanjat tembok, periksalah kekuatan tali Anda. Anda dapat meletakkan kaki Anda dengan melekatkan kaki ke tembok dan memegang erat tali tepat di atas ikatan simpul yang pertama. Apabila tidak ada tanda-tanda tali akan melorot, lanjutkan langkah Anda untuk memanjat tembok yang lebih tinggi.

Apabila ketika Anda menguji tali, terdapat tanda-tanda tali akan melorot, cobalah dengan menggantungkan pengait tali pada bagian atas tembok lagi.

f. Usahakan kaki tetap menempel pada tembok ketika memanjat. Kaki yang menempel pada tembok akan membantu menopang tubuh ketika memanjat. Pastikan pula tubuh dalam posisi menunduk. Hal terpenting ketika memanjat tembok adalah jangan panik, anggap Anda sedang berjalan di tembok. Sikap panik akan membuat tangan dan kaki kurang kuat menopang tubuh.

g. Lepaskan salah satu tangan yang masing memegang tali dan arahkan ke atas hingga menjangkau ujung atas tembok. Kemudian, arahkan tangan yang lain ke arah atas dan menjangkau ujung tembok hingga tubuh bergantung pada tembok bukan pada tali. Setelah itu, angkat tubuh ke atas. Anda dapat mendorong tubuh dengan gerakan melompat. Dan sampailah Anda di ujung tembok.


Tips Memanjat Tembok


1. Lakukan pemanasan dengan meregangkan otot-otot tubuh sebelum memanjat tembok. Hal ini bertujuan untuk mencegah otot yang kram ketika sedang memanjat tembok, karena akan membahayakan tubuh Anda.

2. Sebelum memanjat tembok yang tinggi, Anda dapat berlatih di tembok yang rendah terlebih dahulu.

3. Periksa dulu kekuatan tembok sebelum memanjatnya. Apabila tembok terlalu rapuh, jangan dipanjat karena berisiko roboh. Carilah tembok lain yang lebih kuat.

4. Periksa tali terlebih dahulu. Gunakan tali yang kuat dan tidak licin agar tidak tergelincir ketika memanjat.