Skip to main content

10 Cara Bersabar yang Ampuh

Cara Bersabar

Manusia hidup pasti tidak akan dapat terhindar dari masalah. Anda dapat mengatasi masalah-masalah Anda salah satunya dengan cara bersabar. Dengan bersikap sabar, Anda akan dapat memikirkan solusi terbaik yang rasional bagi masalah Anda. Sebaliknya, jika Anda tidak bisa sabar dan justru terbawa emosi, bisa-bisa Anda akan mendapat kerugian sendiri.

Misalnya, ketika ada seseorang yang melakukan suatu hal yang tidak kita sukai. Kita justru terpancing emosi dan marah-marah. Padahal setelah ditelusuri, perbuatan orang tersebut bertujuan baik untuk kita. Nah, bukankah sifat tidak sabaran justru menimbulkan banyak efek negatif untuk kita?

10 Cara Bersabar yang Ampuh

Berikut adalah sepuluh cara bersabar yang ampuh dan dapat Anda praktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Mengetahui dan memahami manfaat bersabar

Bersabar memiliki manfaat yang besar bagi diri Anda. Anda akan lebih rileks dan tenang dalam menghadapi masalah. Anda tidak akan terbawa oleh emosi sesaat yang terkadang menyesatkan. Selain itu, bersabar membuat tubuh lebih sehat. Risiko terkena serangan jantung menjadi kecil karena emosi Anda tidak meledak-ledak. Tekanan darah Anda pun berpotensi untuk normal dan terbebas dari darah tinggi. Sangat bermanfaat bukan?

2. Menyadari bahwa emosi dapat menimbulkan efek negatif bagi diri

Emosi dan stress dapat membuat sistem kekebalan tubuh manusia menjadi lemah. Emosi yang berlebih mampu memicu hormon kortisol. Hormon kortisol tersebut membuat sel-sel tubuh bermutasi menjadi radikal-radikal bebas. Radikal bebas adalah akar dari munculnya penyakit.

Radikal bebas pun berpotensi besar mengalahkan sel imun tubuh. Ketika sel imun dalam sistem kekebalan tubuh menurun, sel-sel yang dapat merusak tubuh akan berkembang dengan mudah. Ternyata dampak emosi dan marah-marah dapat menimbulkan efek buruk bagi tubuh kita bukan? Jadi, memilih menjadi orang yang selalu bersabar merupakan pilihan bijak sebagai salah satu langkah untuk merawat kesehatan tubuh.

3. Pasang niat dan komitmen yang kuat

Mulailah dari diri Anda sendiri jika ingin bersikap sabar. Pengaruh atau paksaan dari orang lain tidak akan berlangsung kekal dalam diri Anda. Sebaliknya, jika keinginan sabar itu berasal dari diri Anda dan sangat kuat, maka Anda akan lebih mudah untuk menjalani proses bersabar. Ingat, bersabar tidaklah mudah. Anda perlu pasang niat yang kuat dan komitmen dengan diri Anda untuk bersabar.

4. Klasifikasikan hal yang penting dan hal yang tidak penting

Pahamilah mana saja hal yang penting bagi Anda, misalnya keharmonisan keluarga, kepercayaan Anda bagi orang lain, pertemanan Anda, dan lain-lain. Jika Anda menemukan hal yang kurang Anda sukai pada sesuatu yang menurut Anda kurang penting, tinggalkan saja.



Baca Juga : 8 Cara Berpikir Dengan Gaya Pikir Yang Berbeda



Jangan habiskan waktu dan pikiran Anda untuk hal-hal yang kurang penting dan kurang bermanfaat bagi hidup Anda. Anda layak untuk hidup bahagia.

5. Ubah cara berpikir

Ubahlah cara berpikir Anda dalam menghadapi masalah. Ketika menghadapi masalah, pikirkan bahwa jika Anda terbawa emosi, maka hal tersebut justru merugikan Anda. Berusahalah keras untuk bersabar dengan cara diam sejenak untuk berpikir.

6. Ingat Tuhan dalam setiap kejadian

Setiap agama pasti mengajarkan kebaikan. Ajaran Tuhan pasti mengajak manusia untuk berbuat baik, salah satunya dengan bersabar ketika mengalami masalah atau kejadian yang tidak Anda suka. Niatkanlah sabar karena Tuhan. Dengan begitu, hidup Anda akan lebih tentram.

7. Cari role model yang tepat yang memiliki sifat sabar yang baik

Dengan memiliki role model yang tepat, kita dapat memiliki gambaran tentang bagaimana cara bersabar. Misalnya, Anda dapat meniru sifat Nabi Muhammad yang selalu sabar, bahkan ketika masyarakat Makkah melemparkan kotoran kepada beliau. Hal tersebut dapat menjadi motivasi tersendiri bagi Anda untuk mempraktikkan sabar.

8. Tarik nafas dalam

Ketika Anda menemui masalah dalam hidup Anda, jangan langsung terpancing emosi. Tariklah nafas secara dalam. Tarik nafas perlahan melalui hidung dalam waktu empat detik, pikirkan hal-hal baik. Kemudian tahan nafas selama tujuh detik, biarkan perut Anda mengembang, rasakan tubuh Anda yang penuh dengan oksigen. Setelah itu, hembuskan nafas perlahan melalui hidung atau mulut selama delapan detik. Lakukan hal tersebut selama lima kali atau lebih. Dengan begitu, Anda dapat merasa rileks walaupun masalah menyerang.

9. Usahakan untuk bersikap proaktif, bukan reaktif

Ketika Anda menemukan masalah dalam kehidupan sehari-hari, jangan langsung merespon dengan emosi. Perilaku tersebut disebut sebagai sifat reaktif yang berpengaruh buruk untuk menambah emosi diri. Diamlah sesaat sambil menarik nafas secara dalam. Pikirkan baik-baik masalah Anda dan bagaimana sikap Anda yang tepat untuk menghadapi masalah tersebut.

Ingat, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Jika kita tidak dapat mengubah keadaan saat itu juga, ubahlah dahulu sudut pandang Anda. Berpikirlah bahwa masalah itu adalah ujian untuk menempa diri agar lebih hebat lagi. Tenangkanlah pikiran terlebih dahulu. Setelah itu, cari jalan keluarnya dengan mencari berbagai inspirasi atau mengobrol dengan orang-orang terpercaya. Hal itulah yang disebut sebagai sikap proaktif.

10. Evaluasi perilaku diri secara periodik

Menjadi insan yang bersabar secara sempurna memang tidak mudah. Anda perlu melalui proses belajar dan berlatih setiap hari. Lakukan cara bersabar dengan hati senang. Usahakan bahwa semakin hari, Anda memiliki peningkatan dalam berlatih sabar. Luangkanlah waktu Anda di akhir pekan atau di akhir minggu untuk melakukan introspeksi dan evaluasi diri.

Ingat-ingatlah apa yang Anda lakukan dalam sepekan atau sebulan terakhir, bagaimana sikap Anda dalam menghadapi masalah, apakah sudah semakin sabar, atau justru semakin emosi? Jika Anda masih belum meningkatkan rasa sabar, tanyakan dalam hati, apakah saya serius untuk bersabar? Tata ulang niat Anda dan perbaikilah kesabaran Anda sekarang juga.