Skip to main content

8 Cara melakukan update BIOS computer Dengan Benar

Apa itu BIOS? BIOS merupakan singkatan dari Basic Input Output System yang mempunyai fungsi vital pada computer anda dan telah tertanam secara default dalam motherboard dalam computer anda. Di mana BIOS akan membantu untuk terhubungnya suatu sistem operasi dengan piranti-pirant keras pada computer.


8 Cara melakukan update BIOS computer Dengan Benar



Namun, BIOS juga membutuhkan upgrade atau update agar dapat meningkatkan kinerja dari computer. BIOS yang selalu di update maka akan meningkatkan keamanan pada sistem computer dari berbagai macam gangguan yang dapat merusak sistem pada komputer. Untuk cara melakukan update BIOS computer dapat anda simak pada penjelasan berikut ini.

Cara melakukan update BIOS computer

Bagi ada yang masih awam untuk mengenal seluk belum tentang computer, anda bisa mengawalinya dengan cara melakukan update BIOS computer terlebih dahulu. Karena ini termasuk salah satu hal dasar yang perlu anda pelajari. Langkah-langkahnya pun tidaklah rumit. Intinya, ikuti saja prosedur yang ada agar nantinya tidak ada kesalahan dalam melakukan update BIOS.

Untuk cara lebih detailnya mengenai update BIOS pada computer dapat anda simak pada penjelasan berikut ini


1. Cari versi BIOS computer anda

Langkah pertama yang harus anda lakukana adalah mencari versi BIOS computer anda saat ini. Anda akan menemukan sejumlah informasi ketika mengunjungi website yang membuatnya.

Caranya :

Buka Program System Information pada sistem operasi windows anda. Untuk windows Vista dan windows 7 anda bisa mencarinya dengan cara mengetikkan msinfo32 dalam kotak pencarian atau bisa juga di kotak run khusus untuk Windows XP, lalu dilanjutkan dengan mengklik System Summary.

Maka versi BIOS anda akan ditampilkan di bawah kecepatan prosesor computer yang anda miliki. Kemudian, tulis angka versi dan tanggalnya juga (bila informasi ini ditampilkan).


2. Mencari tahu siapa pembuat computer anda

Kemudian dilanjutkan dengan mencari tahu siapa pembuat dari computer anda. Langkah ini merupakan langkah pertama yang penting sebagai penentu di mana anda mencari dan men-download versi upsate dari BIOS anda yang benar.

Namun anda perlu memperhatikan hal ini terlebih dahulu yakni computer anda yang dibeli merupakan paket yang sudah jadi (computer built-up) atau masih berupa komponen komputer rakitan? 

Bila computer tersebut merupakan computer built-up, sebagai contohnya computer Dell, maka anda perlu memeriksa website tersebut. Namun, bia computer anda merupakan computer jenis rakitan maka kunjungi website pembuat motherboardnya. Kemudian, carilah bagian Drivers dan Downloads.




Setelah itu, pastikan untuk mendownload update BIOS pada model computer yang anda miliki. Bila program updater tidak dirancang dengan sistem yang baik, maka akan menyebabkan program itu menulisi pada program BIOS anda dengan versi yang lain dan tentunya akan merusak versi BIOS anda.

Pastikan untuk mendownload file Readme dan dokumentasi lain kemudian bacalah! Saat ini bukan saatnya bagi anda untuk melewatkan membaca dokumentasi. Mungkin saja bisa jadi ada beberapa tindakan pencegahan yang harus anda pahami sebelum melakukan update BIOS dan juga, bila anda mengabaikannya maka bisa jadi mempersulit proses anda.


3. Back up BIOS terlebih dahulu

Bila anda menggunakan program update BIOS yang dijalankan dari Sistem Operasi Windows atau yang lain, anda sebaiknya melakukan back up BIOS terlebih dahulu, karena sebagian besar dari BIOS updater mempunyai fungsi tersebut yakni menyimpan (save) atau Back up dan juga akan menyarankan secara otomatis untuk melakukan back up terebih dahulu.

Selain itu, periksa juga website pembuatnya untuk mendapatkan informasi mengenai cara yang dianjurkan untuk melakukan back up pada BIOS.


4. Membuat persiapan untuk sistem computer

Untuk cara melakukan update BIOS computer selanjutnya adalah membuat persiapan untuk computer yang akan di update dan sebaiknya dalam kondisi listrik yang sedang bagus atau sedang tidak dalam masa pemadaman bergilir. Karena akan berdampak buruk pada sistem BIOS yang sedang anda update dan bahkan bisa juga merusak program tersebut.

Bila anda akan melakukan update BIOS pada laptop maka pastikan terlebih dahulu baterai laptop telah diisi dengan penuh, kemudian sambungkan kabel pada sumber listrik agar laptop tidak kehabisan daya listriknya. Jika memang terjadi pemadaman, baterai laptop akan memastikan bahwa proses update terus berjalan.

Namun, bila anda melakukan update pada computer jenis desktop, hal terbaik yang perlu anda lakukan adalah menghubungkannya ke UPS atau Uninterruptible Power Supply. Dimana fungsinya sama dengan baterai pada laptop, yang aman UPS akan menjaga proses update BIOS anda tetap berlangsung.


5. Melakukan update

Caranya dengan menjalankan file instalasi yang telah anda download atau file jenis .exe untuk melakukan update program BIOS pada computer anda.

Gunakan USB jika ada program meminta anda memberikan flash drive USB, kemudian lakukanlah restart agar bisa melakukan boot dari flash drive dan juga beberapa file image yang memiliki file “autoexec.bat” untuk memulai update versi BIOS otomatis.

Sedangkan yang lain yang mempunyai program updatenya saja, image BIOS yang telah diupdate dan juga file petunjuk mengenai cara mamakai file readme. 


6. Restart computer

Setelah proses update BIOS selesai, beberapa program akan secara otomatis melakukan restart pada computer Anda dan juga beberapa program akan meminta izin pada anda untuk melakukan update sedangkan yang lain akan memberikan peringatan sebelum melakukan proses update.

Bahkan ada beberapa program yang akan memberi kesempatan untuk mematikan atau menghidupkan computer. Dimana dilakukan dengan cara yang manual.


7. Kembalikan pengaturan BIOS

Bila dianjurkan anda akan diminta untuk mengembalikan pengaturan pada BIOS. Sebenarnya, cara ini tidak selalu anda lakukan, tergantung pada fitur-fitur apa yang telah berubah di antara versi BIOS ini dengan versi yang baru.


8. Mengatur BIOS anda

Jika anda telah mengetahui pengaturan yang telah anda inginkan, maka ubahlah pengaturan tersebut. Namun, bila anda belum pernah mengubah setting pada BIOS sebelumnya, sebaiknya jangan mengubahnya. Karena beberapa computer akan berfungsi dengan baik dengan pengaturan BIOS secara default atau kembali ke pengaturan awal.