Skip to main content

8 Cara Berhenti Dari Sikap Apatis

8 Cara Berhenti Dari Sikap Apatis

Apatis merupakan salah satu sikap yang dapat berkembang menjadi sifat ketidak pedulian dan ketidak pekaan terhadap hal – hal yang terjadi di lingkungan sekitar.


8 Cara Berhenti Dari Sikap Apatis



Sikap ini adalah salah satu sikap buruk yang perlu dihindari oleh seluruh umat manusia di muka bumi ini. Jika sudah terlanjur memiliki sifat ini, kemudian bagaimana cara berhenti menjadi apatis?


Sebab - Sebab Sikap Apatis

Sejatinya sikap apatis bukanlah sifat alami manusia. Ada hal – hal tertentu yang menyebabkan. Misalnya saja seperti di bawah ini:

1. Pengalaman Buruk

Mungkin saja di masa lalu orang dengan sikap apatis adalah orang normal dengan sifat gembira seperti manusia pada umumnya. Hingga suatu hari ia mengalami kejadian tidak mengenakan yang menjadikannya menjadi memiliki sifat buruk ini. Misalnya pada saat ia tertimpa kemalangan seperti kecelakaan, orang – orang sekitar tidak menolongnya.

2. Lingkungan

Lingkungan adalah faktor utama berkembangnya sikap dan sifat manusia. Apabila orang – orang di sekitarnya memiliki sikap apatis, tidak peka, kurang peduli terhadap sesama maka bukan tidak mungkin orang tersebut akan tumbuh menjadi orang yang apatis, egois, dan tidak tertarik untuk bergaul terhadap orang di sekitarnya. Selain itu ia juga tidak akan memiliki teman.

3. Mental Illness

Apatis bisa juga terjadi karena memang pada dasarnya orang tersebut memiliki gangguan mental. Sebagian orang yang terkena sindrom tertentu atau cacat bawaan sejak lahir bisa saja memiliki sifat apatis yang sulit dihilangkan. Akan tetapi, kasus ini sangat jarang terjadi. Kalaupun terjadi, masyarakat sudah bisa memakluminya karena memang begitulah adanya sejak ia dilahirkan.

4. Bullying

Faktanya hingga detik ini masih banyak terjadi pembulian, baik itu di lingkungan komunitas tertentu, sekolah, tempat kursus, club, dan lain – lain. Dengan pembulian, maka seseorang yang tidak dalam pikiran sehat, sifatnya bisa berubah total. Karena mungkin tidak ada yang membelanya saat dibully, bukan tidak mungkin ia akan memiliki sikap apatis setelahnya.

Dengan mengetahui penyebab atau sumbernya maka menemukan cara berhenti menjadi apatis akan lebih mudah. Penyebab sikap apatis seharusnya bisa diketahui sejak awal agar nantinya bisa ditangani dengan baik. Memiliki sikap apatis sebetulnya bukanlah sebuah keinginan tetapi karena keadaan.


Baca Juga : Bagaimana Cara Menghentikan Mimpi Buruk?

Menghentikan Sikap / Sifat Apatis

Berdasarkan penjelasan mengenai penyebab apatis di atas sikap apatis mungkin saja bisa dimaklumi oleh sebagian orang. Akan tetapi apapun itu, memelihara sikap apatis dalam diri tidaklah dibenarkan dalam situasi apapun. Untuk itu, simaklah cara berhenti menjadi apatis di bawah ini!

1. Mendekatkan Diri Kepada Tuhan Yang Maha Esa

Cara ini adalah cara terampuh untuk mengusir sifat apatis Anda. Dengan memperbanyak diri untuk berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan, maka Tuhan akan membimbing dan menunjukkan jalan terang untuk kehidupan Anda yang lebih baik. Untuk umat islam, rajinlah melakukan solat, untuk umat nasrani pergilah ke gereja dan bersembahyang, untuk umat hindu pergilah ke pura atau tempat pemujaan, dan lain – lainnya.

2. Memilih Teman

Berteman bisa dengan siapa saja, tidak membeda – bedakan satu dengan yang lainnya adalah sikap terpuji. Tetapi pahami dulu maksud tidak membeda – bedakan ini. Maknanya, Anda tidak boleh rasis atau membedakan teman berdasarkan suku, ras, agama, kebangsaan, dan warna kulit. Bukan berarti Anda bebas bergaul dengan anak yang tidak baik. Memiliki banyak teman apatis bisa mendorong Anda memiliki sifat serupa.

3. Kembangkan Sikap Peduli Sesama

Apabila teman Anda ditimpa musibah atau masalah sulit, cobalah untuk membayangkan jika posisi tersebut adalah posisi Anda. Pasti Anda akan merasa sedih dan susah, serta berharap mendapatkan dukungan serta dorongan untuk terus bersemangat menghadapinya. Jadi, agar rasa peduli Anda bangkit cobalah untuk memposisikan diri menjadi orang yang kurang beruntung jauh di bawah kehidupan Anda.

4. Berpartisipasi Dalam Organisasi atau Komunitas

Mungkin saja Anda memiliki sikap apatis karena kurangnya aktivitas sosial yang Anda jalani. Sebaiknya mulailah untuk bergabung dalam sebuah komunitas atau organisasi. Dengan demikian, secara otomatis Anda akan terlibat dalam berbagai kegiatan yang dapat mendorong Anda menjadi peka terhadap lingkungan sekitar, membuat Anda memiliki banyak teman, dan belajar berbagi rasa dengan sesama.

5. Belajar Mendengar

Siapapun Anda, pasti Anda memiliki sesorang yang sangat mengkhawatirkan kehidupan Anda dengan sikap dan sifat apatis yang Anda miliki. Perhatikanlah mereka, cobalah untuk mendengar mengapa mereka begitu khawatir dan peduli dengan Anda. Terimalah saran, anjuran, bahkan kritik yang mereka berikan. Berlapang dadalah, semata – mata hal tersebut mereka katakan karena mereka menyayangi Anda.

6. Jangan Asyik Sendiri

Banyak orang di luar sana yang memiliki ketidak pedulian terhadap lingkungan sekitar dikarenakan keasyikannya sendiri. Misalnya seseorang tersebut memiliki kegemaran memainkan games. Saking asyiknya main games, ia menjadi lupa waktu, lupa teman, dan lupa bahwa ia memiliki kehidupan lain yang harus dijalankan secara seimbang. Hal ini juga berlaku untuk Anda yang gemar memainkan gadget meski sedang di dalam forum.

7. Jangan Mengasingkan Diri

Mungkin karena Anda memiliki masalah tertentu yang Anda pendam dan sulit dikatakan sehingga Anda memilih untuk hidup menyendiri, menjauhi keramaian orang. Mungkin karena Anda merasa bersalah terhadap sesuatu sehingga Anda menghukum diri sendiri dengan tidak berinteraksi kepada orang lain. Jangan pernah melakukan dua hal tersebut jika Anda ingin berhenti menjadi apatis.

8. Jangan Sering Membandingkan Nasib Sendiri Dengan Orang Lain

Percayalah bahwa Tuhan Maha Adil, jalan hidup manusia sudah ditakdirkan dan ditentukan sejak sebelum ia dilahirkan. Jangan pernah banding – bandingkan hidup Anda dengan orang lain. Jangan merasa Anda selalu menderita dan tidak sebahagya orang lain. Hal tersebut bisa mendorong Anda terjerumus dalam sikap apatis.